sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Korban meninggal akibat coronavirus capai 1.868 orang

Coronavirus jenis baru telah menginfeksi lebih dari 73.000 orang di seluruh dunia.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 18 Feb 2020 09:53 WIB
Korban meninggal akibat coronavirus capai 1.868 orang
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2956
Dirawat 2494
Meninggal 240
Sembuh 222

Komisi Kesehatan Nasional China menyatakan, per akhir Senin, angka kematian akibat coronavirus jenis baru menyentuh 1.868. Sementara itu, terdapat lima kematian di luar China, yaitu di Filipina, Hong Kong, Taiwan, Jepang, dan Prancis, menjadikan total korban meninggal di seluruh dunia 1,873 orang.

Virus yang diberi nama resmi Covid-19 tersebut telah menginfeksi lebih dari 73.000 orang di seluruh dunia, termasuk kurang dari 700 kasus di lebih dari 20 negara.

Kapal pesiar Diamond Princess yang berlabuh di Yokohama, Jepang, sejauh ini mencatat kasus infeksi terbesar di luar China dengan lebih dari 400 orang yang dinyatakan positif coronavirus.

Pejabat WHO, Sylvie Briand, menuturkan bahwa badan tersebut bekerja sama dengan pihak berwenang Jepang untuk menangani kasus infeksi coronavirus jenis baru di Diamond Princess.

"Fokus kami adalah untuk mengekang penyebaran virus, bukan manusia," tambah dia.

Kepala Program Darurat Kesehatan WHO Mike Ryan mengatakan bahwa masalah utama yang perlu diamati adalah seberapa besar potensi penularan coronavirus di luar Tiongkok. Dia memaparkan bahwa di China, virus tersebut menyerang sekitar empat dari setiap 100.000 orang.

"Ini adalah wabah yang serius dan memiliki potensi untuk tumbuh. Tapi, di luar Provinsi Hubei, epidemi ini hanya memengaruhi sebagian kecil orang," ujar Ryan.

Dia menolak saran bahwa setiap kapal pesiar harus dihentikan dan diperiksa demi menghindari risiko penularan coronavirus lebih lanjut.

Sponsored

"Jika kita akan mengacaukan perjalanan setiap kapal pesiar di dunia atas dasar kekhawatiran ada yang terinfeksi virus tersebut, maka di mana kita akan berhenti? Apakah kita nantinya perlu memberhentikan setiap perjalanan bus di seluruh dunia juga?," kata dia. (Reuters, Deustche Welle, dan The Straits Times)

Bau busuk kejar tayang revisi KUHP

Bau busuk kejar tayang revisi KUHP

Rabu, 08 Apr 2020 17:05 WIB
Ironi kebut legislasi di tengah pandemi

Ironi kebut legislasi di tengah pandemi

Rabu, 08 Apr 2020 11:36 WIB
Berita Lainnya