sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Korban meninggal akibat coronavirus jadi 1.018 orang

Sejauh ini tercatat dua kematian di luar China daratan, yaitu di Hong Kong dan Filipina.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 11 Feb 2020 09:58 WIB
Korban meninggal akibat coronavirus jadi 1.018 orang

China melaporkan 108 kematian akibat coronavirus tipe baru pada Selasa (11/2), mencatat lonjakan harian, menjadikan jumlah total korban meninggal di China daratan 1.016 orang. Secara global korban meninggal tercatat 1.018 orang, dengan dua kematian terjadi di luar China daratan, yaitu di Hong Kong dan Filipina.

Sementara itu, jumlah kasus baru menurun. Pada 10 Februari, tercatat ada 2.478 kasus baru yang terkonfirmasi di China daratan, turun dari 3.062 pada hari sebelumnya sehingga total orang terinfeksi coronavirus jenis baru di China daratan 42.638. Demikian menurut Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok.

Ini merupakan kali kedua dalam dua minggu terakhir bahwa pihak berwenang mencatat penurunan harian menyangkut kasus baru.

Ada pun Provinsi Hubei, pusat wabah, melaporkan 2.097 kasus baru dan 103 kematian pada Senin (10/2).

Lebih dari 20 negara, termasuk di antaranya Singapura, Thailand, Korea Selatan, dan Jepang telah mendeteksi kasus coronavirus tipe baru di wilayah mereka. Singapura menjadi negara dengan jumlah terinfeksi tertinggi setelah China.

Kapal pesiar Diamond Princess dengan 3.700 penumpang dan awak masih dikarantina di Pelabuhan Yokohama, Jepang. Dari ribuan orang tersebut, terdapat 78 WNI yang bekerja sebagai kru kapal.

Plt. juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah pada Senin menyatakan bahwa seluruh WNI di Diamond Princess dalam kondisi sehat dan terus mendapat pendampingan dari KBRI Tokyo.

"Mereka masih menjalani proses karantina dan akan selesai pada 19 Februari," kata dia.

Sponsored

Total kasus terinfeksi coronavirus tipe baru di kapal pesiar itu mencapai 135.

CCTV melaporkan pada Selasa dua pejabat tinggi di Provinsi Hubei telah dipecat. Mereka adalah Direktur Komisi Kesehatan Liu Yingzi dan Sekretaris Partai Komunis Komisi Kesehatan Hubei Zhang Jin. 

Hubei, provinsi berpenduduk 60 juta orang, tetap berada dalam isolasi, dengan stasiun kereta, bandara, dan jalan-jalan ditutup.

Saat ini tim ahli WHO telah berada di China untuk menyelidiki wabah coronavirus tipe baru, yang angka kematiannya telah melampaui SARS pada 2002-2003. 

Di seluruh China daratan orang-orang mulai bekerja kembali pada Senin setelah libur Tahun Baru Imlek yang diperpanjang yang bertujuan memperlambat penyebaran virus. Pada hari yang sama, Presiden Xi Jinping membuat penampilan publik di Beijing, termasuk mengunjungi RS Ditan dan melakukan panggilan video dengan para pekerja medis di Wuhan.

Kunjungan Xi Jinping ke rumah sakit, pusat pengendalian penyakit dan pusat keramaian dinilai sebagai bentuk upaya respons pemerintah di tengah wabah virus.

Secara resmi, Perdana Menteri Li Keqiang memimpin tim yang menangani coronavirus jenis baru. Li Keqiang  sendiri telah mengunjungi Wuhan, sedangkan Xi Jinping belum.

Britis Airways telah membatalkan semua penerbangannya ke China daratan sampai akhir Maret, sementara maskapai penerbangan Filipina membatalkan penerbangan ke Taiwan setelah pemerintah memperluas larangan perjalanan untuk memasukkan semua orang asing dari pulau itu. (Reuters dan South China Morning Post)

Berita Lainnya