logo alinea.id logo alinea.id

Korea Selatan hapus Jepang dari daftar mitra dagang tepercaya

AS menyatakan siap untuk memfasilitasi dialog Jepang-Korea Selatan. Kedua negara itu merupakan sekutu utamanya di Asia.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 13 Agst 2019 12:14 WIB
Korea Selatan hapus Jepang dari daftar mitra dagang tepercaya

Korea Selatan mengeluarkan Jepang dari daftar mitra dagang tepercaya, meningkatkan perselisihan antara dua negara tetangga yang sudah mengganggu rantai pasokan global perusahaan teknologi besar.

Menteri Perdagangan Korea Selatan Sung Yun-mo mengatakan bahwa Jepang akan diturunkan dari status tepercaya ke kategori baru. Dia mengutip pelanggaran Tokyo terhadap prinsip-prinsip dasar dari Rezim Kontrol Ekspor Internasional.

Pejabat Korea Selatan tidak menyebutkan secara spesifik bahan atau barang tertentu yang akan terdampak.

Meski demikian Sung menekankan bahwa pihaknya terbuka untuk berdiskusi dengan Jepang jika Tokyo memintanya.

Menurut Sung, langkah ini diambil setelah diskusi yang berlangsung pekan lalu, dan bukan respons atas kebijakan Jepang.

Pada awal bulan ini, Jepang mengumumkan akan menghapus Korea Selatan dari daftar negara-negara yang menikmati kontrol ekspor minimum atau daftar putih. 

Kebuntuan antara kedua negara sekutu utama AS di Asia ini dimulai bulan lalu ketika Tokyo memberlakukan kontrol atas ekspor tiga bahan berteknologi tinggi ke Korea Selatan. Bahan-bahan tersebut sangat penting bagi Samsung dan perusahaan-perusahaan Korea Selatan lainnya yang merupakan produsen semikonduktor.

Pembatasan tersebut mengharuskan perusahaan-perusahaan Jepang untuk mengajukan lisensi bagi masing-masing produk, suatu proses yang dapat memakan waktu hingga 90 hari.

Sponsored

Pekan lalu, Jepang menyetujui ekspor pertama salah satu bahan berteknologi tinggi ke Korea Selatan. Namun, mereka memperingatkan bahwa pembatasan dapat diperluas sewaktu-waktu jika ditemukan kasus penggunaan yang tidak tepat.

Ketegangan Korea Selatan-Jepang dipicu oleh keputusan pengadilan tinggi Korea Selatan yang menyatakan bahwa rakyat Negeri Ginseng dapat menuntut perusahaan-perusahaan Jepang atas kasus kerja paksa selama Perang Dunia II. Bagaimanapun, Jepang membantah bahwa kebijakannya merupakan respons atas hal itu.

Sementara itu, AS pada Senin mendesak kedua sekutunya untuk mencari solusi kreatif.

"Sebagai sekutu dan sahabat bagi Korea Selatan dan Jepang, AS percaya bahwa sangat penting untuk memastikan hubungan yang kuat dan dekat di antara tiga negara dalam menghadapi tantangan regional bersama, termasuk Korea Utara, serta prioritas kita lainnya di Indo-Pasifik dan di seluruh dunia," ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri AS.

Washington pun menekankan siap untuk memfasilitasi dialog antara Tokyo-Seoul.

"AS merekomendasikan Jepang dan Korea Selatan menemukan ruang bagi solusi kreatif atas perselisihan mereka. AS akan terus terlibat dalam masalah ini dan siap untuk memfasilitasi dialog antara dua sekutu kami," kata juru bicara itu.

Namun, Washington menegaskan untuk sementara mereka hanya akan mendorong terjadinya dialog antara Seoul dan Tokyo, bukan bertindak sebagai penengah perselisihan. (CNN dan Yonhap)