sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Korea Utara laporkan dugaan kasus pertama Covid-19

Seseorang yang membelot ke Korsel diduga miliki gejala Covid-19.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 27 Jul 2020 14:40 WIB
 Korea Utara laporkan dugaan kasus pertama Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 137568
Dirawat 39290
Meninggal 6071
Sembuh 91321

Korea Utara telah mengumumkan keadaan darurat dan menutup sebuah kota di perbatasan setelah seseorang yang dicurigai menderita Covid-19 kembali dari Korea Selatan.

Media pemerintah menyebutkan, orang yang diduga terinfeksi coronavirus jenis baru tersebut masuk ke Korea Utara secara ilegal dengan melintasi perbatasan.

Jika terkonfirmasi, maka akan menjadi kasus positif pertama yang secara resmi diakui oleh otoritas Korea Utara.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengadakan pertemuan politbiro darurat sebagai tanggapan atas apa yang disebutnya sebagai situasi kritis terkait masuknya virus itu.

Menurut kantor berita KCNA, seseorang yang membelot ke Korea Selatan tiga tahun lalu kembali melintasi perbatasan di Kota Kaesong pada Juli. Dia diduga memiliki gejala coronavirus jenis baru.

"Sebuah kejadian darurat terjadi di Kota Kaesong di mana seorang pembelot yang diduga terinfeksi virus ganas, kembali pada 19 Juli setelah secara ilegal melewati garis demarkasi," jelas KCNA.

KCNA tidak menyebut apakah orang itu telah menjalani uji Covid-19, mereka hanya menyatakan bahwa hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa dia menderita gejala coronavirus jenis baru.

Seorang analis mengatakan, pengumuman itu penting, tidak hanya karena Korea Utara untuk pertama kalinya melaporkan dugaan kasus Covid-19, tetapi juga karena tampaknya mereka akan meminta bantuan pihak eksternal.

Sponsored

"Ini adalah kejadiaan yang luar biasa bagi Korea Utara jika mereka mengakui adanya kasus infeksi," kata profesor di Kyung Hee University, Choo Jae-woo.

Korea Utara hingga saat ini berada di bawah tekanan ekonomi akibat sanksi internasional atas program nuklirnya.

"Mereka kemungkinan akan meminta bantuan kemanusiaan kepada komunitas internasional," imbuhnya.

Cho Han-bum, seorang peneliti di National Unification di Seoul, menganggap laporan Pyongyang soal kasus infeksi pertamanya sebagai kasus impor merupakan hal penting.

"Negara itu berada dalam situasi yang mengerikan, di mana mereka bahkan tidak dapat menyelesaikan pembangunan rumah sakit umum Pyongyang secara tepat waktu. Dengan menuding kesalahan pada kasus impor dari Korea Selatan, Korea Utara dapat menggunakan ini sebagai cara untuk secara terbuka menerima bantuan dari Seoul," jelas dia.

KCNA tidak merinci bagaimana pembelot yang tidak dikenal itu berhasil melintasi salah satu perbatasan yang paling ketat di dunia. Mereka hanya mengatakan bahwa insiden itu sedang diselidiki dan unit militer yang bertugas pada saat itu akan menghadapi hukuman berat.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) menyebut, ada peluang besar bahwa seseorang memang telah melintasi perbatasan secara ilegal.

"Militer Korea Selatan sedang memverifikasi fakta dalam kerja sama erat dengan pihak terkait," kata JCS.

Korea Utara telah menerima ribuan alat uji Covid-19 dari Rusia dan sejumlah negara lain. Dalam upaya mencegah penyebaran virus, pemerintah telah membelakukan penutupan perbatasan yang ketat. (The Guardian)

Berita Lainnya