logo alinea.id logo alinea.id

Korea Utara tembakkan dua proyektil misterius

Peluncuran dilakukan setelah seorang pejabat senior Korea Utara menyatakan siap berdiskusi dengan AS pada akhir September.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 10 Sep 2019 10:22 WIB
Korea Utara tembakkan dua proyektil misterius

Korea Utara menembakkan dua proyektil tidak dikenal pada Selasa (10/9) pagi. Demikian disampaikan Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JSC).

JSC memaparkan bahwa mereka menerima peringatan peluncuran pada pukul 06.53 dan 07.12 waktu Korea. Proyektil diyakini terbang sejauh 330 km.

Korea Selatan sangat prihatin atas peluncuran rudal jarak pendek Korea Utara yang berkelanjutan sejak Mei dan melakukan pemeriksaan keseluruhan situasi militer dan keamanan nasional pada pertemuan dewan keamanan nasional untuk membahas peluncuran terbaru. Demikian pernyataan kantor kepresidenan Korea Selatan atau yang dikenal pula dengan sebutan Gedung Biru.

Peluncuran itu dilakukan setelah Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara Choe Son Hui mengatakan pada Senin (9/9) bahwa Pyongyang bersedia melakukan diskusi komprehensif dengan Amerika Serikat pada akhir September. 

Ini merupakan peluncuran kedelapan oleh Korea Utara sejak Donald Trump dan Kim Jong-un bertemu di Zona Demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea pada Juni 2019. Dalam pertemuan tersebut, keduanya setuju memulai kembali negosiasi tingkat kerja menyusul macetnya negosiasi denuklirisasi sejak KTT kedua di Hanoi pada Februari 2019.

Seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan, "Kami mengetahui laporan proyektil yang diluncurkan Korea Utara. Kami terus memantau situasi dan berkonsultasi dengan sekutu kami di kawasan."

Pejabat AS lainnya yang berbicara secara anonim menuturkan bahwa informasi awal mengindikasikan Korea Utara telah meluncurkan dua proyektil yang diduga berjarak pendek.

Sebelumnya, Korea Utara mengatakan pihaknya mengembangkan senjata baru untuk melawan ancaman militer dan tekanan ofensif terhadap keamanannya.

Sponsored

Namun, para analis mengatakan bahwa serangkaian peluncuran menyoroti bagaimana Korea Utara telah mampu mengembangkan lebih lanjut kemampuan militernya tanpa adanya perjanjian konkret dengan AS.

Banyak dari rudal terbaru yang diluncurkan oleh Korea Utara diyakini merupakan tipe baru yang dirancang untuk menghindari intersepsi oleh sistem pertahanan rudal AS, Korea Selatan dan Jepang.

Sementara itu, seorang pejabat Kementerian Pertahanan Jepang pada Selasa menyatakan tidak ada konfirmasi mengenai rudal balistik yang memasuki wilayah Jepang atau zona ekonomi eksklusif serta tidak ada ancaman langsung terhadap keamanan nasional. (Reuters dan CNN)