logo alinea.id logo alinea.id

Korea Utara uji coba rudal ketiga dalam sepekan terakhir

Menurut Korea Selatan, peluncuran pada Jumat pagi terjadi pada pukul 02.59 dan 03.23 waktu setempat.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 02 Agst 2019 10:42 WIB
Korea Utara uji coba rudal ketiga dalam sepekan terakhir

Pejabat Korea Selatan mengatakan bahwa Korea Utara menembakkan dua rudal balistik jarak pendek pada Jumat (2/8) pagi waktu setempat. Ini merupakan uji coba ketiga dalam sepekan terakhir.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) menuturkan, peluncuran teranyar ini terjadi pada pukul 02.59 dan 03.23 waktu setempat dari daerah Yonghung di Provinsi Hamgyong Selatan. Rudal dilaporkan mendarat di Laut Jepang, yang juga dikenal sebagai Laut Timur.

Asisten senior di Federation of American Scientist, Ankit Panda, menyampaikan bahwa daerah itu merupakan tempat peluncuran yang belum pernah atau jarang digunakan sebelumnya.

"Selain kerap meluncurkan rudal pada malam hari, Kim Jong-un ternyata juga menggunakan situs peluncuran yang sebelumnya belum pernah dipakai," jelas Panda.

Peluncuran tersebut dipandang sebagai reaksi terhadap rencana latihan militer gabungan antara Korea Selatan dan Amerika Serikat yang dijadwalkan akan berlangsung bulan ini.

Korea Utara baru-baru ini kembali menyuarakan keberatan atas rencana latihan militer gabungan AS-Korea Selatan, menganggapnya sebagai persiapan perang. 

Mereka menyebut latihan itu sebagai pelanggaran terhadap pernyataan bersama yang ditandatangani oleh Presiden Donald Trump dan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, pada KTT pertama mereka di Singapura pada 2018.

Korea Utara telah memperingatkan bahwa latihan-latihan militer tersebut dapat berdampak buruk pada perundingan denuklirisasi.

Sponsored

Pada Senin (29/7), Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyatakan dia berharap perundingan tersebut dapat dimulai segera. Namun, hingga kini belum ada rencana untuk mengadakan KTT AS-Korea Utara selanjutnya.

Sementara itu, Inggris, Prancis dan Jerman mendesak Korea Utara untuk melanjutkan perundingan dengan AS.

Setelah pertemuan tertutup Dewan Keamanan PBB pada Kamis (1/8), para negara anggota mengatakan sanksi internasional perlu ditegakkan sepenuhnya sampai Pyongyang membongkar program-program nuklir dan rudal balistiknya.

Berbicara di Gedung Putih, Donald Trump mengatakan dia tidak khawatir dengan peluncuran baru-baru ini karena hanya melibatkan rudal balistik jarak pendek dan "sangat standar".

Tiga peluncuran dalam sepekan

Pada Rabu (31/7), Korea Selatan mengumumkan bahwa Korea Utara meluncurkan dua rudal balistik jarak pendek. Masing-masing terbang 250 kilometer dan mencapai ketinggian 30 kilometer sebelum mendarat di Laut Timur.

Menteri Pertahanan Korea Selatan Jeong Kyeong-doo menuturkan bahwa rudal yang diluncurkan pada Rabu diidentifikasi berbeda dengan model sebelumnya.

Namun, pada Kamis (1/8), Pyongyang memberi penjelasan yang berbeda. Mereka mengatakan telah menguji sistem peluncur roket baru tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Pada Kamis (25/7), Korea Utara juga menembakkan dua rudal jarak pendek. Satu rudal terbang sekitar 690 kilometer dan lainnya 430 kilometer.

Peluncuran pada Kamis merupakan yang pertama sejak Trump dan Kim Jong-un mengadakan pertemuan dadakan pada Juni di zona demiliterisasi (DMZ), wilayah yang memisahkan Korea Utara dan Korea Selatan. Saat itu, kedua pemimpin negara sepakat untuk memulai kembali perundingan denuklirisasi yang sempat terhenti.

Sumber : BBC