sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Korut: AS dan Korsel hambat perdamaian di Semenanjung Korea

Korut menuduh Korsel bermuka dua karena terus memodernisasi militernya meski di lain sisi membuka jalan bagi perundingan dengan AS.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 12 Nov 2019 18:17 WIB
Korut: AS dan Korsel hambat perdamaian di Semenanjung Korea

Dalam pidatonya di Majelis Umum PBB pada Senin (11/11), Duta Besar Korea Utara untuk PBB Kim Song menuduh Amerika Serikat dan Korea Selatan telah mencegah kemajuan menuju perdamaian di Semenanjung Korea.

Dubes Kim Song menyoroti Pyongyang yang telah menahan diri dan tidak melakukan uji coba senjata nuklir atau rudal jarak jauh selama lebih dari 20 bulan.

"Langkah itu adalah ekspresi paling jelas dari niat baik dan toleransi kami untuk memenuhi keinginan universal masyarakat internasional demi terwujudnya perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea," kata dia.

Dia menambahkan, situasi di Semenanjung Korea belum lepas dari ketegangan yang memburuk. Menurutnya, hal itu disebabkan oleh provokasi politik dan militer yang dilakukan oleh AS.

Kim Song menuduh Washington melawan Pyongyang menggunakan kebijakan penuh permusuhan yang tidak sesuai dengan perkembangan zaman.

Dia juga mengatakan Korea Selatan bermuka dua karena mereka terus memodernisasi militernya meskipun telah membantu membuka jalan untuk perundingan AS-Korea Utara.

Trump kerap memuji hubungan dekatnya dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Dia juga berulang kali menyuarakan harapan untuk menyepakati perjanjian penting yang berpotensi mengakhiri program nuklir Pyongyang.

Namun, sejak KTT AS-Korea Utara di Hanoi pada Februari gagal mencapai kesepakatan, belum ada progres nyata yang terlihat terkait perundingan denuklirisasi.

Sponsored

Setelah sempat terhenti, kedua negara mengadakan pembicaraan tingkat kerja di Swedia pada Oktober, di mana Korea Utara kembali mengecam sikap AS. Meski begitu, Washington tetap optimis melanjutkan perundingan dengan Pyongyang.

Korea Utara telah berupaya mencabut sanksi-sanksi internasional yang dibebankan kepadanya, tetapi Washington bersikeras bahwa Pyongyang harus terlebih dahulu mengambil langkah denuklirisasi yang nyata. (Gulf News)