sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tanpa kunjungi China, pria Inggris tularkan coronavirus ke 11 orang

Peristiwa ini menunjukkan bagaimana virus mematikan tersebut dapat menyebar dengan cepat ke seluruh dunia yang terglobalisasi.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 11 Feb 2020 11:42 WIB
Tanpa kunjungi China, pria Inggris tularkan coronavirus ke 11 orang
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 74018
Dirawat 35764
Meninggal 3535
Sembuh 34719

Seorang pria Inggris menularkan coronavirus tipe baru kepada setidaknya 11 orang tanpa pernah menginjakkan kaki di pusat penyebaran wabah di China. Peristiwa ini menunjukkan bagaimana virus tersebut dapat menyebar dengan cepat ke seluruh dunia yang terglobalisasi.

Pria Inggris itu terinfeksi coronavirus tipe baru saat menghadiri sebuah konferensi di Singapura dan kemudian menularkannya kepada sejumlah warga senegaranya ketika berlibur di Pegunungan Alpen, Prancis, sebelum akhirnya didiagnosis positif setelah kembali ke Inggris.

Dari mereka yang terinfeksi oleh pria itu, lima orang telah dirawat di rumah sakit di Prancis, lima di Inggris, dan satu lainnya di Pulau Mallorca, Spanyol.

Berikut kronologi penyebaran virus dari pria Inggris tersebut.

Singapura

Pria itu menghadiri konferensi bisnis di Singapura pada 20-22 Januari.

Lebih dari 100 orang ambil bagian dalam konferensi tersebut, termasuk setidaknya satu warga negara China dari Provinsi Hubei, pusat epidemi coronavirus yang telah mencatat 974 kematian.

Haute-Savoie, Pegunungan Alpen Prancis

Sponsored

Pria itu kemudian melakukan perjalanan ke Prancis pada 24-28 Januari dan tinggal di resor ski Contamines-Montjoie di Pegunungan Alpen dengan sekelompok warga negara Inggris lainnya. Mereka menginap di vila yang sama.

Brighton, Inggris

Terserang demam setelah kembali ke selatan Inggris, pria itu kemudian pergi ke pusat medis di tenggara Kota Brighton, di mana dia dinyatakan positif coronavirus.

Pada 6 Februari, dia dipindahkan ke unit penyakit menular di RS St Thomas di London. Lima orang yang melakukan kontak dengannya di vila di Prancis kemudian dikonfirmasi oleh otoritas kesehatan Inggris terinfeksi coronavirus.

Beberapa staf pub The Grenadier, yang didatangi pria itu sebelum dia dirawat, juga ditempatkan di ruang isolasi. Namun, pub itu tetap buka.

Sebuah pusat medis di Brighton pada Senin mengatakan bahwa untuk sementara waktu mereka tutup karena alasan kesehatan dan keselamatan operasional. BBC mengatakan bahwa salah satu anggota staf pusat medis itu telah dites dan positif coronavirus.

Paris, Prancis

Menteri Kesehatan Agnes Buzyn pada 8 Februari mengonfirmasi bahwa lima warga negara Inggris, termasuk seorang anak usia sembilan tahun, yang tinggal di vila bersama pria itu positif.

Enam warga Inggris lainnya yang tinggal di vila yang sama juga dirawat di rumah sakit untuk observasi.

"Mereka tidak menunjukkan tanda-tanda serius," kata Buzyn.

Tiga sekolah yang didatangi oleh salah satu warga Inggris yang terinfeksi ditutup dan 100 orang telah diuji. Seluruh hasilnya sejauh ini negatif.

Upaya dilakukan untuk melacak penumpang yang berada pada satu penerbangan dari Jenewa, bandara terbesar yang terdekat ke Contamines-Montjoie, dengan pria itu ketika dia kembali ke Inggris pada 28 Januari.

Mallorca, Spanyol

Salah satu anggota kelompok yang tinggal bersama pria Inggris positif coronavirus tipe baru di Prancis kemudian mencari bantuan medis setelah kembali ke rumahnya di Mallorca. Menurut pihak berwenang Spanyol kontaminasi terjadi antara 25 Januari dan 29 Januari.

"Pria di Mallorca itu saat ini dalam keadaan stabil," kata Fernando Simon, seorang pejabat dari kementerian kesehatan Spanyol.

Istri dan dua anak laki-laki pria Mallorca itu yang masing-masing berusia 10 dan 7 tahun, yang juga dirawat di rumah sakit untuk pemeriksaan, tidak menunjukkan tanda-tanda terjangkit coronavirus tipe baru.

Kekhawatiran pandemi

Para ahli mengatakan bahwa kecepatan penularan menunjukkan potensi coronavirus tipe baru menjadi pandemi global.

"Laporan penularan baru-baru ini kepada warga negara Inggris di Prancis adalah perkembangan yang mengkhawatirkan tetapi mungkin tidak terduga," kata Paul Hunter, profesor di bidang kedokteran di University of East Anglia.

"Ini memperkuat fakta bahwa transmisi tidak lagi terbatas pada China. Masih terlalu dini untuk mengetahui kapan dan apakah epidemi akan menjadi pandemi dan apakah kita akan mulai melihat penularan dari orang ke orang di Eropa."

Saat ini coronavirus tipe telah menyebabkan kematian 1.018 orang di seluruh dunia, di mana Provinsi Hubei di China mencatat angka tertinggi, yaitu 974. Adapun jumlah orang terinfeksi secara global mencapai lebih dari 43.000. (South China Morning Post)

Berita Lainnya