logo alinea.id logo alinea.id

KTT AS-Korea Utara gagal, Kim Jong-un eksekusi sejumlah pejabat?

Selain kecewa atas kegagalan KTT di Hanoi, pemerintah Korea Utara menuduh mereka sebagai mata-mata AS.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 31 Mei 2019 12:57 WIB
KTT AS-Korea Utara gagal, Kim Jong-un eksekusi sejumlah pejabat?

Utusan Khusus Korea Utara untuk Amerika Serikat Kim Hyok-chol dilaporkan dieksekusi menyusul kegagalan KTT Korea Utara-AS yang berlangsung di Hanoi, Vietnam, pada Februari 2019.

Surat kabar Korea Selatan, Chosun Ilbo, mengutip seorang sumber anonim yang mengatakan bahwa selain Kim Hyok-chol, empat pejabat kementerian luar negeri yang terlibat dalam persiapan KTT di Hanoi juga dieksekusi pada Maret.

Pemerintah Korea Selatan belum mengomentari klaim surat kabar itu. Chosun Ilbo mengklaim Kim Jong-un tengah melakukan "pembersihan" di jajaran pemerintahannya.

"Kim Hyok-chol dan empat pejabat kementerian luar negeri diselidiki dan kemudian dieksekusi di Bandara Mirim pada Maret," kata sumber anonim itu.

Sumber tersebut menambahkan selain kecewa atas kegagalan KTT Hanoi, pemerintah Korea Utara menuduh mereka sebagai mata-mata AS.

Selain itu, sumber yang sama mengklaim bahwa Kim Yong-chol, pejabat senior yang menjadi negosiator utama dalam negosiasi denuklirisasi Semenanjung Korea, sedang menjalani hukuman kerja paksa dan pendidikan ideologi di Provinsi Jagang.

Sama seperti Kim Yong-chol, Kim Song-hye, pejabat yang terlibat dalam negosiasi tingkat kerja untuk KTT AS-Korea Utara, juga dihukum dan dikirim ke kamp penjara politik.

Shin Hye-yong, penerjemah Kim Jong-un di KTT Hanoi, diduga ditahan di kamp penjara politik karena membuat kesalahan interpretasi yang dinilai fatal.

Sponsored

Sedangkan Kim Yo-jong, saudara perempuan Kim Jong-un yang setia menemaninya di Hanoi, dikabarkan sedang dalam persembunyian dan menghindari sorotan publik atas perintah kakaknya.

"Kami tidak mengetahui keberadaan Kim Yo-jong sejak KTT di Hanoi," jelas seorang pejabat pemerintah Korea Selatan yang tidak disebutkan namanya.

Korea Utara belum mengonfirmasi atau menyangkal kabar eksekusi itu. Namun, pengumuman yang dimuat di surat kabar pemerintah, Rodong Sinmun, membuat banyak pihak berspekulasi Pyongyang memang melakukan eksekusi.

"Seseorang yang menghormati pemimpin di depan orang lain tetapi memiliki motivasi buruk di baliknya melakukan tindakan anti-revolusioner yang membuang kesetiaan kepada pemimpin. Pengkhianat seperti itu tidak akan terhindar dari hukuman keras," tulis surat kabar tersebut.

Pasalnya, itu adalah pertama kali kata-kata seperti "anti-revolusioner" dan "hukuman keras" muncul di Rodong Sinmun setelah sebelumnya digunakan usai eksekusi Jang Song-thaek pada Desember 2013. Jang Song-thaek sendiri merupakan paman dan mentor Kim Jong-un.

Kim Jong-un telah melakukan beberapa "restrukturisasi" pemerintahan sejak dia menjabat sebagai pemimpin Korea Utara pada akhir 2011.

Dia kerap menghukum pejabat yang perilakunya dianggap tidak sopan. Pada 2016, dia mengeksekusi Ri Yong-jin, pejabat senior di Kementerian Pendidikan, karena tertidur dalam sebuah pertemuan yang dipimpinnya.

Setahun sebelumnya, Hyon Yong-chol, mantan Kepala Pertahanan Korea Utara, dieksekusi menggunakan senjata antipesawat karena perilaku tidak sopan termasuk tertidur dalam rapat militer yang dihadiri oleh Kim Jong-un.

Sumber : The Guardian