sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

KTT ASEAN-PBB, Jokowi singgung vaksin dan terorisme

Jokowi dorong PBB menjaga kemajemukan dan toleransi.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Minggu, 15 Nov 2020 11:32 WIB
KTT ASEAN-PBB, Jokowi singgung vaksin dan terorisme
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 506.302
Dirawat 64.878
Meninggal 16.111
Sembuh 425.313

Presiden RI Joko Widodo mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil peran untuk memenuhi akses terhadap obat-obatan dan vaksin Covid-19 bagi semua.

Belajar dari pandemi, kata Presiden Jokowi, PBB dan ASEAN dapat berkolaborasi memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan pandemi baru di masa mendatang.

“Kita berusaha bangun sistem dan mekanisme kawasan seperti ASEAN Response Fund for Covid-19, ASEAN Regional Reserve of Medical Supplies, ASEAN Comprehensive Recovery Framework, ASEAN Framework on Public Health Emergencies, dan ASEAN Travel Corridor Arrangement Framework,” ucap Presiden pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-11 ASEAN-PBB yang digelar secara virtual, dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/11).

Menurut mantan Wali Kota Solo itu, perbaikan pada sistem kesehatan nasional dan regional dapat menjadi menjadi fondasi yang kuat bagi perbaikan tatanan kesehatan global.

Saat ini, jelas Jokowi, dunia sedang membutuhkan persatuan, persaudaraan dan kerja sama untuk mengatasi pandemi Covid-19 dan tantangan global lainnya.

Presiden, pada kesempatan itu, juga mendorong PBB untuk menjaga kemajemukan dan toleransi. Presiden merasa prihatin atas munculnya intoleransi dan kekerasan atas nama agama di sejumlah negara.

“Kalau ini dibiarkan, maka akan mencabik harmoni dan menyuburkan radikalisme dan ekstremisme. Ini tidak boleh terjadi,” ungkap melansir Setkab.

Indonesia, tegas dia, mengutuk segala bentuk kekerasan dengan alasan apapun. Terorisme tidak ada kaitannya dengan agama.

Sponsored

"Terorisme adalah terorisme,” ungkapnya.

Untuk itu, Presiden Jokowi mengajak PBB untuk menggerakkan dunia agar terus bekerja sama memperkuat toleransi, mencegah ujaran kebencian, dan segala bentuk kekerasan lainnya atas alasan apapun.

“Keberagaman, toleransi, dan solidaritas merupakan fondasi yang kokoh bagi dunia yang damai, aman, dan stabil,” pungkasnya.

Berita Lainnya