sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kunjungi perbatasan, Trump ancam terapkan darurat nasional

Trump mengancam akan menerapkan status darurat nasional jika Demokrat tidak meloloskan RUU belanja yang memuat pendanaan dinding perbatasan.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 11 Jan 2019 11:55 WIB
Kunjungi perbatasan, Trump ancam terapkan darurat nasional

Donald Trump mengancam akan menggunakan status darurat nasional untuk lolos dari Kongres dan mendapatkan miliaran dollar bagi pembiayaan dinding perbatasan dengan Meksiko. Ancaman tersebut dikeluarkan sang presiden ketika penutupan sebagian pemerintahan Amerika Serikat memasuki hari ke-20 pada Kamis (10/1).

Trump terbang ke perbatasan Texas-Meksiko untuk memperkuat tuntutannya atas pendanaan dinding perbatasan. Dia bicara dengan diapit oleh anggota keluarga yang berlinang airmata akibat kerabat mereka dibunuh oleh imigran gelap serta agen perbatasan yang tidak menerima upah selama government shutdown.

"Jika kita tidak memiliki pembatas, semacam penghalang yang cukup besar, Anda tidak akan dapat menyelesaikan persoalan ini," ungkap Trump selama kunjungannya ke perbatasan.

Trump kukuh mendesak Demokrat mengesahkan RUU belanja pemerintah yang di dalamnya termasuk pendanaan dinding perbatasan senilai US$5,7 miliar.

Kebuntuan antara Trump dan Demokrat telah membuat seperempat dari pemerintah federal ditutup dan ratusan ribu karyawan tidak menerima upah.

Kunjungan Trump ke perbatasan terjadi satu hari setelah dia walk out dalam pembicaraan dengan pemimpin Demokrat yang bertujuan menegosiasikan kebuntuan pendanaan. Trump menyebut pemimpin Demokrat lebih sulit ditangani dibanding China.

"Terus terang saja, bagi saya dalam banyak hal China jauh lebih terhormat ketimbang Crying Chuck dan Nancy," ujar presiden ke-45 AS tersebut merujuk pada Ketua DPR Nancy Pelosi dan pemimpin Demokrat di Senat Chuck Schumer.

Trump mengisyaratkan dia siap untuk menghadapi kenyataan bahwa kemungkinan shutdown akan berlanjut. Trump bahkan telah membatalkan rencana untuk menghadiri World Economic Forum di Davos, Swiss, yang akan berlangsung pada 22-25 Januari.

Sponsored

'Satu-satunya jalan keluar'

Trump menerangkan, pengacaranya menuturkan kepadanya bahwa dia memiliki kuasa untuk menerapkan darurat nasional demi mendanai pembangunan dinding perbatasan. Di lain sisi, Demokrat menilai hal itu kemungkinan ilegal.

"Saya memiliki hak absolut untuk mendeklarasikan darurat nasional," tegas Trump ketika berada di Gedung Putih. "Saya belum mempersiapkannya, tetapi jika harus, saya akan melakukannya."

Deklarasi darurat nasional akan mematahkan kekuasaan Kongres atas pendanaan nasional, memberikan Trump kemampuan untuk mengarahkan dana dari Kementerian Pertahanan untuk pembangunan dinding perbatasan.

Langkah semacam itu disebut akan memicu tantangan hukum langsung atas kekuasaan konstitusional dari Demokrat di Kongres. Dan pertarungan di pengadilan dapat memakan waktu, membuka ruang bagi government shutdown untuk berakhir sementara.

Hasil akhir kemudian akan diserahkan kepada hakim, bukan presiden atau Kongres.

Beberapa Republikan yang mendukung pembangunan dinding perbatasan mengatakan mereka tidak ingin pembiayaan untuk itu diambil dari dana militer dan yang lain melihatnya sebagai kekuasaan eksekutif yang melampaui batas.

Senator Joe Manchin, seorang Demokrat moderat yang memupuk hubungan baik dengan Trump mengatakan, "Deklarasi darurat nasional salah, namun menurut saya itu satu-satunya jalan keluar dari kebuntuan government shutdown."

Manchin meyakini, jika Trump mendeklarasikan darurat nasional maka Senat akan segera meloloskan RUU untuk mendanai sejumlah lembaga federal yang terimbas penutupan sebagian pemerintah. Sebelumnya, DPR yang dikuasai Demokrat telah lebih dulu meloloskan RUU untuk mengakhiri shutdown tanpa memasukkan pendanaan bagi dinding perbatasan.

Statistik tidak mendukung klaim Trump

Dalam pidatonya yang disiarkan secara langsung oleh seluruh jaringan TV utama di Negeri Paman Sam pada Selasa (8/1) malam, Trump mengklaim bahwa imigran gelap dan obat-obatan terlarang mengalir melintasi perbatasan dari Meksiko.

"Malam ini, saya bicara kepada Anda karena ada krisis kemanusiaan dan keamanan yang berkembang di perbatasan selatan kita. Setiap hari agen bea cukai dan patroli perbatasan menemukan ribuan imigran gelap yang mencoba memasuki negara kita," papar Trump dalam pidatonya. 

Dalam poin lainnya Trump menyoroti, "Perbatasan selatan kita adalah penyalur bagi sejumlah besar obat-obatan terlarang, termasuk metamfetamina, heroin, kokain dan fentanyl. Setiap minggu 300 warga kita terbunuh oleh heroin, 90% di antaranya dibanjiri dari perbatasan kita di selatan. Tahun ini, akan ada lebih banyak warga AS yang tewas akibat narkoba dibanding yang terbunuh dalam Perang Vietnam."

Faktanya, statistik menunjukkan imigrasi ilegal ada pada level terendah dalam 20 tahun terakhir dan banyak pengiriman obat-obatan terlarang diselundupkan melalui pintu masuk resmi. (ABC News)