logo alinea.id logo alinea.id

Lagi, Iran dan Inggris terlibat penyitaan tanker

Iran dilaporkan menyita dua kapal, satu berbendera Inggris dan lainnya berbendera Liberia.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Sabtu, 20 Jul 2019 08:28 WIB
Lagi, Iran dan Inggris terlibat penyitaan tanker

Pengawal Revolusi Iran (IRGC) pada Jumat (19/7) mengatakan Iran telah menyita tanker minyak berbendera Inggris di Teluk. Insiden ini terjadi setelah Inggris lebih dahulu menyita tanker Iran pada awal Juli, membuat eskalasi ketegangan di sepanjang rute pengiriman minyak internasional yang krusial kian mengkhawatirkan.

Inggris sedang mencari informasi tentang Stena Impero setelah tanker yang hendak menuju pelabuhan di Arab Saudi tiba-tiba berubah arah pascamelintasi Selat Hormuz.

IRGC mengaku mereka menahan tanker tersebut atas permintaan otoritas maritim Iran. Demikian laporan stasiun TV pemerintah.

Hubungan antara Iran dan Barat semakin memanas sejak pasukan Angkatan Laut Inggris menyita tanker milik Iran di Gibraltar pada 4 Juli atas dugaan penyelundupan minyak ke Suriah. Hal tersebut melanggar sanksi Uni Eropa terhadap Suriah.

Iran berjanji akan membalas aksi tersebut dan beberapa hari kemudian tiga kapal Iran berupaya menghadang tanker Inggris yang melintasi Selat Hormuz. Namun kapal Iran mundur saat berhadapan dengan kapal perang Angkatan Laut Kerajaan Inggris.

Inggris mengatakan penyitaan tanker yang berbendera Inggris dan tanker berbendera Liberia di Selat Hormuz tidak dapat diterima. London menyerukan kebebasan navigasi di kawasan Teluk.

"Kami sangat prihatin atas penyitaan dua tanker oleh otoritas Iran di Selat Hormuz," kata Menteri Luar Negeri Jeremy Hunt.

"Saya akan segera menghadiri pertemuan (COBR) guna meninjau apa yang kami ketahui dan apa yang dapat kami lakukan untuk mengamankan pembebasan dua tanker tersebut (tanker berbendera Inggris dan tanker berbendera Liberia)," kata Hunt. "Penyitaan ini tidak dapat diterima. Sangat penting untuk mempertahankan kebebasan navigasi sehingga semua kapal dapat melintas dengan aman dan bebas di kawasan tersebut."

Sponsored

Hunt mengatakan Duta Besar Inggris di Teheran sedang berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Iran guna menyelesaikan situasi tersebut. Pihaknya juga tengah bekerja sama dengan mitra internasional.

Pada Kamis (18/7), Iran mengumumkan mereka menyita sebuah kapal penyelundup minyak dengan 12 kru yang mengangkut 1 juta liter minyak ketika ditangkap di selatan Pulau Larak. Teheran menyatakan bahwa kasus ini tengah melalui prosedur peradilan. (Ant)