logo alinea.id logo alinea.id

Lagi, kapal perang Inggris berlayar ke Teluk

Kapal perang HMS Kent akan bergabung dengan misi yang dipimpin AS untuk melindungi kapal-kapal komersial di kawasan Teluk.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 13 Agst 2019 10:15 WIB
Lagi, kapal perang Inggris berlayar ke Teluk

Kapal perang Inggris HMS Kent berlayar ke Teluk pada Senin (12/8), bergabung dengan misi yang dipimpin Amerika Serikat untuk melindungi kapal-kapal komersial yang melintasi wilayah itu di tengah meningkatnya ketegangan politik dengan Iran.

Bergabungnya Inggris dengan misi AS terjadi setelah Iran menyita tanker minyak Inggris, Stena Impero, di Selat Hormuz atas dugaan melakukan pelanggaran. Lalu pada 4 Juli, Inggris menangkap sebuah kapal Iran di lepas pantai Gibraltar.

Inggris menuding bahwa kapal Iran itu menyelundupkan minyak ke Suriah.

"Fokus kami di Teluk tetap kuat untuk mengurangi ketegangan saat ini," kata Andy Brown, komandan kapal. "Tapi kami berkomitmen untuk menegakkan kebebasan navigasi dan menjamin pelayaran internasional, dan inilah tujuan dari misi ini."

Penempatan HMS Kent di Teluk pertama kali diumumkan bulan lalu. Sebelumnya, Inggris telah lebih dulu mengirim HMS Duncan dan HMS Montrose ke Teluk.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif pada Senin menyebut AS telah mengubah kawasan Teluk menjadi kotak korek api yang siap dibakar.

Lalu lintas tanker minyak di Teluk telah menjadi fokus kebuntuan AS-Iran sejak Donald Trump memutuskan membawa AS keluar dari kesepakatan nuklir 2015 dan menerapkan kembali sanksi untuk mencekik ekspor minyak Iran, sumber pendapatan utama negara itu.

Zarif menekankan bahwa Selat Hormuz yang sempit akan menjadi kurang aman menyusul meningkatnya kehadiran kapal asing.

Sponsored

"Wilayah ini telah menjadi kotak korek api yang siap untuk dinyalakan karena AS dan sekutunya membanjirinya dengan senjata," kata Menlu Iran tersebut.

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Zarif yang tiba di Doha, Qatar, pada Minggu (11/8) bertatap muka dengan Emir Tamim bin Hamad Al-Thani untuk menyampaikan pesan itu.

Qatar, negara kecil di Teluk, yang merupakan tuan rumah salah satu pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah dikabarkan berusaha untuk tidak terseret dalam konflik yang meningkat antara Washington dan Teheran.

Adapun Irak, yang memelihara hubungan baik dengan Washington dan Teheran, pada Senin memperingatkan bahwa penempatan pasukan Barat di Teluk dapat memicu ketegangan regional.

"Negara-negara Teluk dapat bersama-sama mengamankan transit kapal-kapal," tutur Menteri Luar Negeri Iran Mohammed al-Hakim via Twitter. "Irak berusaha mengurangi ketegangan di kawasan kami melalui negosiasi yang tenang ... Kehadiran pasukan Barat di kawasan akan meningkatkan ketegangan."

Perselisihan terkait tanker minyak telah menempatkan Inggris pada persimpangan antara negara-negara Eropa lainnya yang ingin melestarikan kesepakatan nuklir 2015 dan AS yang mendorong kebijakan lebih keras terhadap Iran.

Sumber : Reuters