logo alinea.id logo alinea.id

Lagi, seorang WNI diculik Abu Sayyaf di Malaysia

Seorang warga negara Indonesia (WNI) kembali diculik oleh kelompok radikal bersenjata Abu Sayyaf di Malaysia.

Robi Ardianto
Robi Ardianto Sabtu, 05 Jan 2019 18:24 WIB
Lagi, seorang WNI diculik Abu Sayyaf di Malaysia

Seorang warga negara Indonesia (WNI) kembali diculik oleh kelompok radikal bersenjata Abu Sayyaf di Malaysia.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal menanggapi video penyanderaan seorang WNI oleh kelompok Abu Sayyaf.

Video penyanderaan salah satu WNI tersebut dikirim dari Pulau Gaya, Semporna, Malaysia pada 11 September 2018 silam.

"WNI dalam video diculik bersama WNI lainnya atas nama Usman Yunus yang sudah lebih dahulu dibebaskan pada  Desember 2018," katanya melalui siaran pers kepada wartawan, Sabtu (5/1).

Seperti yang terlihat dalam video www.thestar.com.my seorang pemuda yang diduga bernama Samsul Sangumin berteriak meminta tolong.

"Tolong saya boss, tolong saya boss, tolong," teriaknya dalam video tersebut.

Video itu, menurut The Star Online dikirimkan kepada pemilik kapal ikan tempat Samsul bekerja. Tujuannya adalah meminta uang tebusan.

Bersama Samsul, Usman Yusof (30) juga merupakan korban penculikan kelompok Abu Sayyaf. Hanya saja kemudian, Usman berhasil menyelamatkan diri dan berkumpul kembali bersama keluarganya.

Sponsored

Lalu Muhammad Iqbal menjelaskan penyanderaan WNI telah ada sejak 2016 lalu.

"Penyebaran video semacam ini sudah beberapa kali dilakukan oleh penyandera," katanya. 

Pemerintah juga terus melakukan upaya pembebasan terhadap tiga WNI yang saat ini masih disandera di Filipina Selatan. Dalam proses penyelamatan tersebut, keselamatan sandera selalu menjadi perhatian utama.

Hingga kini, Samsul masih ditahan bersama tiga korban penculikan lainnya.