sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Lagi, Trump pecat pembantunya melalui Twitter

Krebs dicopot sebagai Direktur CISA lantaran menolak tudingan adanya kecurangan dalam Pilpres 2020.

Angelin Putri Syah
Angelin Putri Syah Rabu, 18 Nov 2020 16:37 WIB
Lagi, Trump pecat pembantunya melalui Twitter
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali memecat anak buahnya melalui Twitter. Kini giliran Direktur Badan Keamanan Siber dan Infrastuktur (CISA) Departemen Keamanan Dalam Negeri, Christopher Krebs.

Pemecatan tersebut dilakukan lantaran Krebs menolak tuduhan tak berdasar dalam kecurangan pemilihan umum (pemilu). Pun menjamin keandalan "pesta demokrasi".

Melalui sebuah twit pada Selasa (17/11), Trump mengatakan, Krebs "telah diberhentikan" dan pernyataannya baru-baru ini yang membela keamanan pemilihan "sangat tidak akurat".

Pemecatan Krebs terjadi saat Trump menolak mengakui kemenangan presiden terpilih, Joe Biden, dan memecat pejabat tingkat tinggi yang dianggap tidak setia.

Sebelum Krebs, Trump memecat Menteri Pertahanan, Mark Esper, melalui Twitter pada 9 November. Ini bagian dari perombakan yang lebih luas dan menempatkan loyalisnya di posisi senior Pentagon.

Krebs sempat mengindikasikan akan dipecat. Pekan lalu, agensinya merilis pernyataan yang membantah klaim kecurangan pilpres yang meluas. "Pemilu 3 November adalah yang paling aman dalam sejarah Amerika," bunyi pernyataan itu. "Tidak ada bukti bahwa sistem pemungutan suara menghapus atau kehilangan suara, mengubah suara, atau dengan cara apa pun dikompromikan."

Mantan eksekutif Microsoft itu bekerja di CISA sejak dibentuk pascacampur tangan Rusia dengan Pilpres 2016 hingga pemilihan November. Dia memenangkan pujian bipartisan karena CISA mengoordinasikan upaya negara bagian federal dan lokal untuk mempertahankan sistem pemilihan dari intervensi asing atau domestik.

Beberapa petinggi Demokrat dengan cepat mengkritik keputusan Trump memecat Krebs. Dia dianggap menggandakan teori konspirasi tentang penipuan pemilu karena bersikukuh menolak kenyataan dan mengakui kekalahannya.

Sponsored

Pemerintahan Trump memblokir tim transisi Biden untuk menerima pengarahan. Namun, berpeluang mengumpulkan pengarahan yang tidak diklasifikasikan dari Krebs mengingat tidak lagi berkantor di CISA. (The Guardian)

Berita Lainnya