sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Lanjutkan perundingan dengan Taliban, Menhan AS ke Afghanistan

Kunjungan Esper ke Kabul datang di tengah banyaknya pertanyaan tentang komitmen AS kepada sekutu.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 21 Okt 2019 15:22 WIB
Lanjutkan perundingan dengan Taliban, Menhan AS ke Afghanistan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper tiba di Afghanistan pada Minggu (20/10) dalam upaya melanjutkan perundingan dengan Taliban setelah Presiden Donald Trump secara tiba-tiba membatalkan pembicaraan pada bulan lalu.

Kunjungan Esper ke Kabul datang di tengah banyaknya pertanyaan tentang komitmen AS kepada sekutu setelah Washington menarik pasukan dari Suriah utara.

"Tujuannya adalah untuk mendapatkan perjanjian damai dan perjanjian politik. Itu adalah cara terbaik untuk maju," kata Esper.

Dia dilaporkan bertemu pasukan Presiden Ashraf Ghani dan pasukan AS saat berada di Afghanistan.

"Saya berharap kami dapat bergerak maju dan meraih kesepakatan politik yang memenuhi tujuan yang ingin kami capai," kata Esper, menambahkan bahwa perundingan dengan Taliban merupakan urusan yang ditangani oleh Kementerian Luar Negeri AS.

Dia menyebut bahwa tanpa memengaruhi operasi kontraterorisme, tentara AS di negara itu dapat diturunkan menjadi sekitar 8.600 pasukan dari 14.000.

Trump menghentikan perundingan dengan Taliban setelah kelompok itu melakukan serangan bom di Kabul pada September dan menewaskan 12 orang, termasuk seorang tentara AS.

Negeri Paman Sam mengatakan telah meningkatkan langkah operasi terhadap gerilyawan di Afghanistan sejak Trump meninggalkan perundingan dengan Taliban.

Sponsored

"Kebijakan AS di Afghanistan saat ini sangat membingungkan karena di satu sisi kita mendengar pesan Trump tentang perang tanpa akhir yang melibatkan Washington, bahwa menurut dia mungkin ini saatnya untuk angkat kaki," kata Michael Kugelman, peneliti di Wilson Center.

Namun, lanjut Kugelman, di sisi lain, pasukan AS di Afghanistan semakin meningkatkan tekanan terhadap Taliban dengan cara yang lebih intens daripada sebelumnya.

Delegasi Taliban bertemu dengan Utusan Khusus AS untuk Afghanistan Zalmay Khalilzad selama lebih dari satu jam di Pakistan pada awal Oktober. Meski begitu, para pejabat mengatakan itu tidak mewakili dimulainya kembali perundingan formal.

Sebelumnya, sejumlah pejabat AS meyakini bahwa Khalilzad akan mengundurkan diri segera setelah Trump mengakhiri perundingan dengan Taliban.

Seorang pejabat Washington, berbicara dengan syarat anonim, mengatakan bahwa setelah pengumuman mendadak Trump terkait penarikan pasukan AS dari Suriah utara pekan lalu, banyak pihak yang sadar bahwa dia kemungkinan besar juga akan mengurangi kehadiran militer AS dari Afghanistan.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Sabtu (19/10) mengatakan bahwa Washington tetap berkomitmen untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di Afghanistan.

Sumber : Reuters

Serba salah vaksin Nusantara

Serba salah vaksin Nusantara

Senin, 01 Mar 2021 06:17 WIB
Menghindari 'Jebakan Batman' DP rumah 0%

Menghindari 'Jebakan Batman' DP rumah 0%

Jumat, 26 Feb 2021 15:24 WIB
Berita Lainnya

Catatan Setahun Penanganan Pandemi Covid-19

Senin, 01 Mar 2021 15:41 WIB

Rekomendasi drakor terbaru di Viu

Senin, 01 Mar 2021 20:39 WIB

Jokowi Presiden, wajar disambut massa

Minggu, 28 Feb 2021 09:17 WIB