logo alinea.id logo alinea.id

Laporan CSIS kuak pangkalan rudal rahasia Korea Utara

Pada November lalu, CSIS lebih dulu menguak soal 20 pangkalan operasi rudal rahasia Korea Utara.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 22 Jan 2019 10:57 WIB
Laporan CSIS kuak pangkalan rudal rahasia Korea Utara

Laporan think tank CSIS yang dirilis pada Senin (21/1) menyebutkan, satu dari 20 pangkalan operasi rudal balistik rahasia Korea Utara berfungsi sebagai pangkalan rudal.

"Pangkalan operasi rudal Sino-ri dan rudal Nodong yang ditempatkan di lokasi ini cocok dengan strategi nuklir militer Korea Utara yang diduga memiliki kemampuan nuklir tingkat operasional atau serangan konvensional pertama," ungkap laporan tersebut.

Penemuan pangkalan rudal rahasia Korea Utara ini terjadi setelah Donald Trump pada Jumat (18/1) mengungkapkan ketidaksabarannya untuk bertemu dengan Kim Jong-un untuk membahas denuklirisasi pada akhir Februari.

CSIS telah melaporkan soal 20 pangkalan operasi rudal rahasia Korea Utara pada November lalu. 

Menurut CSIS, Sino-ri yang menjadi salah satu dari 20 pangkalan rudal rahasia, tampaknya tidak menjadi subjek negosiasi denuklirisasi.

"Korea Utara tidak akan menegosiasikan hal-hal yang tidak mereka ungkapkan," jelas Victor Cha, salah satu penulis laporan. "Sepertinya mereka memainkan sebuah permainan. Mereka masih akan memiliki seluruh kemampuan operasional bahkan jika mereka menghancurkan fasilitas nuklir yang mereka publikasikan."

Berlokasi 212 kilometer di utara Zona Demiliterisasi atau DMZ, kompleks Sino-ri adalah pangkalan 18 kilometer persegi yang memainkan peran penting dalam pengembangan rudal balistik yang mampu menjangkau Korea Selatan, Jepang, bahkan wilayah AS Guam di Pasifik Barat.

Laporan terbaru menguak bahwa Sino-ri menampung unit seukuran resimen yang dilengkapi dengan rudal balistik jarak menengah Nodong-1.

Sponsored

Gedung Putih belum merespons laporan ini.

"Citra satelit dari pangkalan tersebut sejak 27 Desember 2018 menunjukkan pintu masuk ke sebuah bungker, tempat berlindung, dan markas besar," sebut laporan itu.

Sementara itu, proses menuju KTT kedua AS-Korea Utara yang menurut Gedung Putih akan berlangsung pada akhir Februari 2019 terus bergulir. Vietnam, sejauh ini kandidat terkuat tuan rumah dengan tiga kota yang jadi opsi, yaitu Hanoi, Ho Chi Minh City, dan Da Nang.

Sebelum KTT berlangsung, Menlu AS Mike Pompeo menggelar pembicaraan mengenai Korea Utara dengan mitranya, Menlu Jepang Taro Kono dan Menlu Korea Selatan Kang Kyung-wha. 

Dan pada Jumat lalu, Kim Yong Chol, tangan kanan Kim Jong-un bertemu Trump di Gedung Putih selama 90 menit. Kedua pihak mencari kesepakatan denuklirisasi yang dapat meminimalisir permusuhan.

Pada Sabtu (19/1), Trump menerangkan bahwa ada banyak kemajuan yang telah dicapai dalam isu Korea Utara. (Reuters dan Japan Today)