sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

LDP pilih Yoshihide Suga sebagai penerus Shinzo Abe

Suga mendapatkan 377 dari 534 suara anggota parlemen Partai Demokrat Liberal (LDP)

Angelin Putri Syah
Angelin Putri Syah Senin, 14 Sep 2020 15:07 WIB
LDP pilih Yoshihide Suga sebagai penerus Shinzo Abe
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 278722
Dirawat 61379
Meninggal 10473
Sembuh 206870

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga memperoleh suara mayoritas dalam pemilihan ketua Partai Demokrat Liberal (LDP), sebuah partai yang berkuasa di Jepang, untuk memilih pemimpin barunya pada Senin (14/9).

Suga mendapatkan 377 dari 534 suara anggota parlemen Partai Demokrat Liberal (LDP), jauh di atas mantan Menteri Luar Negeri Fumio Kishida dengan 89 suara, dan mantan Menteri Pertahanan Shigeru Ishiba yang hanya memperoleh 68 suara.

Putra seorang petani stroberi berusia 71 tahun di pedesaan Utara Jepang ini, dengan cepat muncul sebagai favorit menggantikan Abe, yang mengumumkan pengunduran diri bulan lalu dengan alasan kesehatan, setelah mendapatkan dukungan dari faksi utama LDP.

Suga mengatakan akan melanjutkan strategi khas Abe "Abenomics" dari kebijakan moneter yang sangat mudah, pengeluaran pemerintah dan reformasi, sambil mengatasi masalah Covid-19 dan ekonomi yang merosot, serta menghadapi masalah jangka panjang seperti populasi Jepang yang menua dan tingkat kelahiran yang rendah.

Namun Suga juga menghadapi tantangan geopolitik seperti membangun hubungan dengan pemenang pemilihan presiden AS pada 3 November dan menyeimbangkan keprihatinan atas agresivitas maritim China dengan saling ketergantungan ekonomi bilateral.

Kemenangan telak Suga telah memicu spekulasi bahwa dia mencoba memanfaatkan popularitasnya dengan pemilihan cepat bulan depan, untuk meningkatkan peluang memenangkan masa jabatan tiga tahun penuh.

"Pemerintahan berikutnya kemungkinan akan menghadapi kritik karena dibentuk tanpa mandat publik," kata Menteri Keuangan Taro Aso, dalam pidatonya Minggu (13/9), menurut kantor berita Kyodo. “Jika itu masalahnya, saya merasa (perdana menteri baru) akan membubarkan majelis rendah,” tambah dia.

Namun Suga menolak mempertimbangkan prospek pemilihan awal, dan mengatakan kepada wartawan pada akhir pekan bahwa prioritasnya adalah keseimbangan antara mencegah wabah Covid-19 baru dan mendorong aktivitas ekonomi.

Sponsored

Sumber: Reuters dan The Guardian

Berita Lainnya