sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Ledakan di Tepi Barat tewaskan seorang warga Israel

Ledakan menewaskan seorang perempuan berusia 17 tahun. Ayah dan saudara laki-lakinya terluka.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 23 Agst 2019 18:38 WIB
Ledakan di Tepi Barat tewaskan seorang warga Israel

Seorang warga Israel, Rina Shnerb (17), tewas dalam ledakan di dekat pemukiman Dolev di Tepi Barat pada Jumat (23/8). Militer Israel, IDF, menyatakan bahwa ledakan tersebut dipicu oleh alat peledak improvisasi (IED).

Shnerb sedang hiking bersama ayah dan kakak laki-lakinya yang masing-masing menderita luka akibat ledakan tersebut.

Masih belum jelas apakah alat peledak itu disembunyikan di sekitar lokasi ledakan atau dilempar ke arah keluarga tersebut.

Sebuah helikopter militer dikerahkan untuk mengevakuasi dua orang yang terluka yakni ayah Shnerb yang berusia 46 tahun dan putranya yang berusia 21 tahun. Mereka dibawa ke rumah sakit Hadassah di Ein Kerem. Shnerb dinyatakan tewas di tempat kejadian.

Sang ayah dilaporkan sudah sadar dan masih dalam perawatan, sementara putranya menderita memar dan luka di sekujur tubuhnya.

"Sejumlah pasukan dikerahkan ke daerah itu dan melakukan penilaian situasi. Pasukan IDF memindai daerah, memblokir jalan dan meningkatkan keamanan di sekitar wilayah tersebut," jelas IDF dalam pernyataannya.

Petinggi Hamas, Ismail Haniyeh, mengomentari serangan tersebut. Dia mengatakan ledakan di Dolev merupakan peringatan agar para pemimpin Israel menjauh dari Yerusalem. Dia memuji pria yang mengeksekusi bom itu, menyebut tindakannya sebagai aksi heroik.

Ledakan itu terjadi di dekat mata air di pemukiman Dolev. Mata air tersebut merupakan situs wisata dan rekreasi yang populer dan ramai dengan pengunjung pada akhir pekan dan hari libur.

Sponsored

Biasanya, tentara Israel berjaga-jaga di sekitar wilayah itu pada jam-jam sibuk. Hingga kini belum jelas apakah ada pasukan yang hadir di daerah itu ketika ledakan terjadi.

Dalam beberapa pekan belakangan, telah terjadi peningkatan jumlah serangan di Tepi Barat, beberapa di antaranya memiliki koneksi dengan Hamas.

Para pejabat keamanan menilai bahwa ada kemungkinan risiko meluasnya kekerasan di Tepi Barat menjelang Pemilu Israel pada 17 September. (Haaretz)