sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Lima strategi Kemlu percepat pemulihan ekonomi nasional

Pertumbuhan ekonomi 18 negara anggota G20 terkonfirmasi negatif.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 17 Jul 2020 17:55 WIB
Lima strategi Kemlu percepat pemulihan ekonomi nasional
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 127083
Dirawat 39082
Meninggal 5765
Sembuh 82236

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) akan menjalankan lima strategi untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi coronavirus baru (Covid-19). Pertama, mewujudkan target pertumbuhan ekonomi positif.

"Keseluruhan tahun 2020 kita harapkan tumbuh positif, walaupun kecil. Jika itu tercapai, maka Indonesia, selain China, adalah negara yang berhasil di antara negara G20 yang mencapai pertumbuhan positif karena 18 negara G20 lainnya confirm negatif," ujar Wakil Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar, saat telekonferensi, Jumat (17/7).

Kedua, berpikir kreatif (out of the box) dengan membentuk Tim Percepatan Pemulihan Ekonomi (TPPE). Tim bakal membantu sektor usaha dalam negeri untuk mengambil peluang di level internasional.

"TPPE dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kemlu RI, Cecep Herawan dan didukung oleh Kementerian BUMN dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)," jelas Mahendra.

Strategi ketiga, peningkatan perdagangan dan investasi. Ditempuh dengan menggandeng Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui pemanfaatan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

Selain itu, Kemlu juga akan mendorong percepatan penandatanganan Preferential Trade Agreement (PTA) antara Indonesia dengan 13 negara mitra.

Keempat, penguatan keamanan kesehatan (health security). Menurut Mahendra, strategi ini ditujukan untuk mendorong kemandirian industri kesehatan nasional.

Terakhir, peningkatan kerja sama antara kementerian dan lembaga dengan pemangku kepentingan terkait. Kemlu hingga kini telah bersinergi dengan Kemendag, Bank Indonesia, sejumlah BUMN, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Sponsored

"Selain itu, perwakilan Indonesia di seluruh dunia juga telah bekerja sama dengan mitra strategis di masing-masing negara mereka," jelasnya.

Wamenlu menjelaskan, kondisi ekonomi dunia sedang diterpa sejumlah faktor disruptif secara bersamaan, seperti pandemi dan perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Berita Lainnya