sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

London tetap berlakukan wajib masker di transportasi publik

Kebijakan itu bakal diterapkan sekalipun Inggris berencana mengakhiri pembatasan di sejumlah ruang publik per 19 Juli.

Eqqi Syahputra
Eqqi Syahputra Kamis, 15 Jul 2021 11:59 WIB
London tetap berlakukan wajib masker di transportasi publik

Masyarakat tetap akan diwajibkan memakai masker saat menggunakan transportasi publik di London, Inggris, setelah aturan tersebut sempat dicabut dan bakal berlaku per 19 Juli 2021. Alasannya, pelonggaran berisiko meningkatkan kasus Covid-19.

"Akan jauh lebih baik adalah aturan nasional diterapkan di seluruh negeri. Tidak hanya di London, tetapi di seluruh negeri. Itu akan memberikan kejelasan terkait apa aturannya," kata Wali Kota London, Sadiq Khan, kepada BBC, Rabu (14/7).

Dia telah meminta badan yang mengawasi transportasi ibu kota untuk menegakkan penggunaan masker di kereta bawah tanah, bus, dan trem. Para pelanggar bakal tidak diizinkan menaikkan kendaraan umum. 

Pengawasan itu takkan dilakukan Polisi Metropolitan London dan Polisi Transportasi Inggris lantaran pemakaian masker tidak lagi diwajibkan oleh hukum.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, sebelumnya mengumumkan mengakhiri sebagian besar pembatasan guna mencegah Covid-19, termasuk wajib bermasker di ruang publik. Namun, dirinya tetap meminta masyarakat berhati-hati dan menjalankan tanggung jawab pribadi.

Sementara itu, Menteri Transportasi, Grant Shapps, menilai, keputusan Khan sejalan dengan yang diinginkan pemerintah, yang menetapkan kebijakan kesehatan masyarakat. Negara-negara lain di Inggris, seperti Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara, belum memilih untuk mengabaikan persyaratan hukum tentang pemakaian masker di ruang tertutup.

"Kami beralih dari persyaratan hukum menjadi pedoman. Kami mengharapkan masing-masing operator memastikan mereka menerapkan apa pun yang sesuai untuk jaringan mereka," kata Shapps kepada Sky News.

Pencabutan pembatasan hukum pada Senin depan terjadi saat infeksi Covid-19 meningkat tajam. Pada Selasa (13/7), Inggris mencatat 36.660 kasus baru, rekor harian tertinggi dalam enam bulan.

Sponsored

Kasus diperkirakan bakal melonjak lebih tinggi dengan peringatan pemerintah terjadinya 100.000 kasus harian saat musim panas, tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pemerintah Inggris percaya, vaksinasi mengurangi sebagian besar infeksi dan kebutuhan perawatan di rumah sakit (RS) bagi kelompok muda, yang sebagian besar belum diimunisasi. Pada Selasa, hampir 69% dari populasi Inggris telah menerima satu dosis vaksin, sementara 52% sudah mendapatkan dosis lengkap.

Kekhawatiran meningkatnya beban kasus yang tinggi dan akan menekan layanan kesehatan nasional. Jumlah orang yang membutuhkan perawatan di RS dan meninggal telah meningkat lebih tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Saat karantina wilayah (lockdown) Inggris dilonggarkan, semua pembatasan pertemuan sosial akan dihapus dan membatalkan kebijakan menjaga jarak. Klub malam pun dapat dibuka kembali untuk pertama kalinya sejak Maret 2020 dan takkan ada lagi pembatasan jumlah penonton konser, teater, pernikahan, atau acara olahraga. (Japan Today)

Berita Lainnya