logo alinea.id logo alinea.id

Luncurkan kampanye pemilu, PM Modi janjikan India baru

Dengan jumlah pemilih sekitar 900 juta orang, pemilu India menjadi pesta demokrasi terbesar di dunia.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Kamis, 28 Mar 2019 19:55 WIB
Luncurkan kampanye pemilu, PM Modi janjikan India baru

Perdana Menteri Narendra Modi secara resmi meluncurkan kampanye pemilu partainya pada Kamis (28/3), lewat sebuah rapat umum di negara bagian terpadat di India. Dia menjanjikan pembangunan dengan keamanan nasional dalam upaya mengamankan masa jabatan berikutnya.

Koalisi yang dipimpin oleh partai nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party (BJP) yang mengusung Modi secara luas diperkirakan akan mempertahankan kekuasaan lewat pemilu yang dimulai pada 11 April. Salah satu pemicunya dinilai adalah ketegangan yang belum lama ini terjadi dengan Pakistan, negara tetangga yang sama-sama berkekuatan nuklir. 

"Negara ini telah menyaksikan bagaimana pemerintah hanya membuat slogan, tetapi untuk pertama kalinya, mereka melihat pemerintah yang tegas tahu bagaimana menunjukkan tekadnya," kata PM Modi dalam rapat umum di Kota Meerut di Uttar Pradesh, yang memiliki paling banyak anggota parlemen dari semua negara bagian.

Modi menambahkan, "Visi kami adalah 'India Baru' yang akan selaras dengan masa lalunya yang jaya."

Pemilu India, yang merupakan pesta demokrasi terakbar di dunia dengan sekitar 900 juta orang memenuhi syarat untuk memberikan suara, akan berakhir pada 19 Mei. Suara akan dihitung pada 23 Mei.

Ketegangan dengan Pakistan yang merupakan musuh bebuyutan melonjak bulan lalu pascaserangan bom bunuh diri di wilayah Kashmir sisi India, menewaskan 40 polisi paramiliter India. Aksi tersebut diklaim dilakukan oleh kelompok militan yang berbasis di Pakistan.

India membalasnya dengan serangan udara terhadap apa yang mereka klaim sebagai kamp militan, tepatnya di Pakistan utara.

Pada Desember 2018, partai oposisi utama Kongres mengalahkan BJP di tiga negara bagian. Kurangnya pekerjaan dan lemahnya harga komoditas pertanian dinilai telah merusak popularitas Modi.

Sponsored

Tetapi jajak pendapat menyebutkan bahwa peluang Modi telah meningkat secara signifikan berkat sikap kerasnya terkait isu Pakistan.

Dalam rapat umum itu, PM Modi berulang kali bicara tentang serangan India ke kamp militan di wilayah Pakistan. Dia juga merujuk pada kesuksesan uji coba rudal anti-satelit pada Rabu (27/3), di mana India menembak jatuh salah satu satelitnya sendiri di angkasa luar.

Kesuksesan uji coba itu membuat Modi mengklaim bahwa India adalah satu dari empat negara digdaya di angkasa luar. Amerika Serikat, Rusia, dan China sebelumnya telah mencapai prestasi serupa.

Modi pun menjanjikan pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran bagi seluruh rakyat.

Penantang utama Modi adalah Partai Kongres, yang selama puluhan tahun merupakan partai politik dominan. 

Seorang pendukung Modi mencemooh tawaran Kongres belum lama ini untuk membagikan 6.000 rupee setiap bulan kepada keluarga termiskin jika terpilih berkuasa.

"Saya tahu bagaimana ekonomi berjalan," ungkap akuntan Anupam Sharma. "PDB akan hancur."

Modi dijadwalkan akan berpidato di rapat umum lainnya di Jammu, ibu kota Jammu dan Kashmir, pada Kamis malam waktu setempat.

Sumber : Reuters