sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Presiden Prancis: Kebakaran Hutan Amazon adalah krisis internasional

Macron menyerukan agar kebakaran Hutan Amazon menjadi agenda utama KTT G7.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 23 Agst 2019 11:02 WIB
Presiden Prancis: Kebakaran Hutan Amazon adalah krisis internasional

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, rekor jumlah kebakaran di hutan hujan Amazon merupakan krisis internasional yang perlu menjadi agenda utama KTT G7.

Macron, yang akan menjadi tuan rumah KTT G7 akhir pekan ini, memperingatkan bahwa kondisi Hutan Amazon harus menjadi perhatian internasional.

"Hutan hujan Amazon, paru-paru yang menghasilkan 20% dari oksigen planet kita, sedang terbakar. Anggota KTT G7, mari jadikan persoalan darurat ini bahasan utama kita," twitnya pada Kamis (22/8).

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, yang negaranya tergabung dalam G7, menyatakan dukungannya terhadap seruan Macron.

"Kita melakukan banyak upaya untuk melindungi lingkungan pada KTT G7 tahun lalu ... Dan kita harus melanjutkan upaya itu pada akhir pekan ini," twitnya

Presiden Brasil Jair Bolsonaro menanggapi seruan Macron dengan menuduhnya menggunakan peristiwa ini untuk keuntungan politik. Bolsonaro mengatakan dia terbuka untuk berdialog tentang kebakaran tetapi jika didasarkan pada data obyektif dan rasa saling menghormati.

Sponsored

Dia mengatakan seruan untuk membahas kebakaran Hutan Amazon di KTT G7, yang tidak diikuti oleh Brasil, membangkitkan pola pikir kolonialis.

"Saran presiden Prancis agar masalah Hutan Amazon dibahas di KTT G7 tanpa partisipasi negara-negara di kawasan itu membangkitkan pola pikir kolonialis yang tidak memiliki tempat dalam abad ke-21," tulisnya di media sosial.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan dia sangat prihatin tentang kebakaran di Hutan Amazon.

"Di tengah-tengah krisis iklim global, kita tidak mampu menanggung lebih banyak kerusakan pada sumber utama oksigen dan keanekaragaman hayati. Hutan Amazon harus dilindungi," kata dia.

Pada Kamis, Kolombia menawarkan dukungannya dalam perjuangan melindungi Hutan Amazon.

"Pihak berwenang Kolombia sudah berupaya menahan penyebaran api ini ke wilayah Kolombia dan kami bersedia bekerja sama dengan negara-negara tetangga kami dalam tujuan bersama ini," sebut Kementerian Luar Negeri Kolombia dalam pernyataannya.

Sementara itu, ketua majelis rendah Brasil, Rodrigo Maia, menyatakan akan membuat komite eksternal untuk memantau kebakaran Hutan Amazon. Dia berjanji untuk membentuk kelompok yang akan mengevaluasi situasi dan mengusulkan solusi kepada pemerintah.

Reaksi Bolsonaro

Bolsonaro mengatakan bahwa Brasil tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk memandamkan kobaran api yang melahap Hutan Amazon.

"Hutan Amazon lebih besar dari Eropa, bagaimana Anda dapat melawan api di daerah seperti itu? Kami tidak memiliki sumber daya untuk melakukannya," jelas Bolsonaro dalam konferensi pers pada Kamis.

Bolsonaro menuduh organisasi non-pemerintah (LSM) membakar hutan hujan Amazon untuk menyerang pemerintahannya. Namun, dia mengakui tidak memiliki bukti untuk mendukung klaim tersebut.

Dia menduga pemotongan dana LSM oleh pemerintahnya menjadi motif pembakaran hutan itu.

"Semua orang menjadi tersangka atas kebakaran ini, tetapi tersangka terbesar adalah para LSM," tegas dia.

Bolsonaro menyatakan bahwa petani mungkin terlibat dalam pembakaran di Hutan Amazon. Dia menjelaskan, sekarang adalah musim "queimada", ketika para petani membakar lahan untuk membersihkannya sebelum melakukan penanaman.

Pusat penelitian luar angkasa Brasil, National Institute for Spance Research (INPE), mencatat bahwa jumlah kebakaran tidak sesuai dengan yang biasanya dilaporkan selama musim kemarau.

Ini bukan pertama kalinya Bolsonaro meragukan data yang menunjukkan bahwa kondisi Hutan Amazon memburuk dengan cepat.

Pada Juli, dia menuduh Direktur INPE berbohong tentang skala deforestasi di hutan hujan tersebut. Hal ini terjadi setelah INPE menerbitkan data yang menunjukkan peningkatan deforestasi sebesar 88% di Hutan Amazon pada Juni 2019 dibandingkan dengan periode yang sama pada 2018.

Para ahli iklim dan konservasi menyalahkan pemerintahan Bolsonaro atas penderitaan Hutan Amazon. Mereka mengatakan, dia telah mendorong para penebang dan petani akan membuka lahan.

Menurut mereka, kebijakan pemerintahan Bolsonaro lebih mementingkan pembangunan daripada konservasi alam. Sejak dia menjabat, lanjut mereka, Hutan Amazon telah menderita kerugian besar.

Bolsonaro telah berulang kali mengatakan dia yakin Brasil harus membuka Hutan Amazon untuk kepentingan bisnis agar perusahaan pertambangan, pertanian dan penebangan dapat mengeksploitasi sumber daya alamnya.

Kemarahan mereka semakin dipicu oleh data satelit INPE yang mendeteksi terjadi lebih dari 75.000 kebakaran di Hutan Amazon sejauh ini pada 2019. Angka itu merupakan peningkatan dari sekitar 40.000 kebakaran yang terjadi pada periode yang sama pada 2018.

Sebagai hutan hujan terbesar di dunia, Hutan Amazon berperan sebagai penyimpan karbon yang vital dan memperlambat laju pemanasan global. Selain itu, hutan hujan tersebut juga menjadi habitat bagi sekitar tiga juta spesies tanaman dan hewan, serta rumah bagi satu juta orang dari berbagai suku.

Kebakaran hutan sering terjadi pada musim kemarau di Brasil. Namun, kebakaran kerap dipicu secara sengaja sebagai upaya untuk melakukan diforestasi lahan. (BBC, Global News dan The Korea Herald)

Berita Lainnya