logo alinea.id logo alinea.id

Malaysia bantah klaim Indonesia soal kabut asap

Menteri LHK Indonesia menyatakan bahwa Malaysia tidak mengungkap gambaran yang utuh mengenai isu kabut asap.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 12 Sep 2019 16:50 WIB
Malaysia bantah klaim Indonesia soal kabut asap

Menteri Lingkungan Hidup Malaysia Yeo Bee Yin membantah klaim Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia Siti Nurbaya yang dia anggap menyembunyikan fakta mengenai situasi kabut asap yang melibatkan kedua negara.

Dalam unggahan di Facebook pada Rabu (11/9), Yeo mengatakan bahwa data dengan jelas menunjukkan bahwa kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Malaysia berasal dari Indonesia.

"Biarkan data berbicara sendiri," kata dia.

Pernyataan Yeo muncul setelah Siti Nurbaya menuduh Malaysia tidak mengungkapkan gambaran lengkap masalah kabut asap.

Siti Nurbaya menyatakan, kabut asap yang memengaruhi Malaysia dapat saja berasal dari kebakaran hutan di negaranya sendiri. Dia juga membantah informasi yang mengatakan bahwa kabut asap sedang bergerak dari Riau menuju Singapura.

Dalam unggahannya di Facebook, Yeo membagikan informasi yang diterbitkan oleh Badan Meteorologi ASEAN yang berbasis di Singapura. Data yang ada menunjukkan terdapat 474 titik api di Kalimantan dan 387 titik api di Sumatra pada Selasa (10/9).

Sebagai perbandingan, hanya ada tujuh titik api di seluruh Malaysia.

Sponsored

"Kemudian Siti Nurbaya mengklaim bahwa kabut asap itu berasal dari Negara Bagian Sarawak. Coba lihat saja arah angin, bagaimana hal itu mungkin secara logis?," kata Yeo. "Menteri Siti Nurbaya seharusnya tidak menyangkal hal ini."

Hingga Kamis (12/9), kondisi udara di Malaysia masih menyentuh tingkat tidak sehat. Akibatnya, pemerintah meliburkan tiga sekolah di Klang, Selangor.

Badan Lingkungan Nasional Singapura telah memperingatkan bahwa kualitas udara dapat memasuki tingkat tidak sehat jika situasi kabut asap di Sumatra terus berlanjut atau memburuk.

Nota diplomatik tidak berisi protes

Negara-negara tetangga Indonesia secara berkala mengeluh tentang kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan. Seringkali, kebakaran itu dipicu oleh pembukaan lahan untuk perkebunan lahan kelapa sawit.

Pada Jumat (6/9), Malaysia mengumumkan akan mengirim nota diplomatik ke Indonesia untuk mendesak negara itu menangani kebakaran hutan.

Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Zainal Abidin Bakar mengatakan nota itu telah dikirim ke pemerintah Indonesia.

"Ini bukan surat protes, tetapi berisikan niat Malaysia untuk membantu menangani situasi kabut asap," kata dia pada Rabu malam.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan kabinet pada Rabu telah membahas cara untuk mengelola situasi kabut asap.

Ketika ditanya tentang komentar Siti Nurbaya bahwa kabut asap di Malaysia disebabkan oleh kebakaran hutannya sendiri, dia berkata, "Itu komentarnya, jadi kita tidak bisa mengatakan apa-apa."

Untuk memerangi kabut asap, Kementerian Lingkungan Hidup Malaysia pada Rabu melarang warganya untuk melakukan pembakaran di udara terbuka. Larangan itu akan diterapkan hingga musim hujan berakhir pada akhir September.

Situasi kabut asap yang parah telah memaksa perayaan Hari Malaysia pada Senin (16/9) untuk pindah tempat. Tadinya, acara itu akan diselenggarakan di Padang Merdeka, tetapi kemudian diputuskan dipindah ke dalam ruangan di Stadium Perpaduan di Kuching, Sarawak. (Channel News Asia)