sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Malaysia hingga India bantu cari kapal selam KRI Nanggala-402

Sejumlah negara Eropa juga menawarkan bantuan penyelamatan KRI Nanggala-402.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 22 Apr 2021 15:13 WIB
Malaysia hingga India bantu cari kapal selam KRI Nanggala-402

Malaysia, Singapura, dan India telah mengirim kapal penyelamat khusus untuk membantu Indonesia mencari kapal selam KRI Nanggala-402 dengan 53 awak yang hilang di perairan dekat Bali. TNI AL kehilangan kontak dengan kapal selam KRI Nanggala-402 bertenaga diesel, dalam latihan penembakan torpedo pada Rabu (21/4).

Pihak Indonesia mengatakan, regu pencari yang melibatkan kapal dan helikopter menemukan tumpahan minyak dan mendeteksi bau solar di beberapa lokasi, tetapi belum dapat disimpulkan bahwa itu adalah bahan bakar kapal selam.

"Ada kemungkinan saat penyelaman statis terjadi pemadaman listrik sehingga hilang kendali dan prosedur darurat tidak dapat dilakukan dan kapal jatuh hingga kedalaman 600-700 meter," kata pihak TNI AL pada Rabu.

Angkatan Laut Indonesia mengoperasikan lima kapal selam, dua di antaranya KRI Nanggala-402, merupakan kapal buatan Jerman, sisanya kapal pabrikan Korea Selatan.

Juru bicara militer Indonesia, Mayjen Achmad Riad mengatakan pada Kamis bahwa Singapura akan mengirimkan MV Swift Rescue yang diperkirakan tiba di lokasi pada 24 April.

Singapura pada Rabu mengirim kapal penyelamat kapal selamnya ke lokasi pencarian. Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Hen. Kapal yang dikirim termasuk awak reguler dan tim medis jika ada kebutuhan perawatan hiperbarik.

"Hubungan militer kami dengan Indonesia sangat erat, dibangun selama bertahun-tahun ... wajar jika kami melakukan apa pun yang kami bisa untuk membantu mereka," jelas Ng Eng Hen dalam pernyataannya.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Malaysia mengatakan kapal penyelamat kapal selam, termasuk petugas dan kru medis, berangkat ke Indonesia pada Kamis (22/4) pagi. Kapal yang dikirim Malaysia diperkirakan akan tiba pukul 16.00 pada Minggu (25/4).

Sponsored

Indonesia juga telah meminta bantuan dari Australia. Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne mengatakan kepada media lokal bahwa Indonesia mengoperasikan kapal selam yang berbeda, tetapi Canberra akan membantu dengan segala cara yang mampu dilakukan.

Frank Owen, pakar di Submarine Institute of Australia, menyatakan bahwa rata-rata, kapal selam dapat dengan aman menavigasi pada kedalaman maksimum sekitar 250 meter. Dia mengatakan kapal selam Indonesia mungkin telah kehilangan daya baterai yang dibutuhkan untuk mendorongnya ke kembali ke permukaan.

Kapal berbobot 1.395 ton, yang dibangun empat dekade lalu, dirombak di Korea Selatan antara 2007 dan 2012. "Perbaikan itu mungkin untuk memperbarui kondisi kapal. Namun, kapal selam tersebut faktanya berusia 40 tahun dan sangat sulit untuk menjaga agar kondisinya benar-benar baik," tutur Owen.

Selain Singapura, India, dan Malaysia, sejumlah negara lain termasuk Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Turki, dan Rusia juga telah menawarkan bantuan penyelamatan. (Financial Times dan Channel News Asia)

Berita Lainnya