sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Malaysia kerahkan militer untuk awasi pembatasan pergerakan

Jumlah kasus infeksi di Malaysia mencapai hampir 40% dari keseluruhan angka penularan di Asia Tenggara.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 20 Mar 2020 15:52 WIB
Malaysia kerahkan militer untuk awasi pembatasan pergerakan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Malaysia pada Minggu (22/3) akan mengerahkan tentara untuk membantu menegakkan perintah pembatasan pergerakan yang bertujuan untuk mengekang penyebaran coronavirus jenis baru di dalam negeri.

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengumumkan Perintah Kawalan Pergerakan atau pembatasan pergerakan secara nasional yang akan berlangsung selama dua pekan pada Rabu (18/3).

Malaysia telah menutup perbatasannya, sekolah, dan bisnis yang tidak esensial. Pemerintah mendesak warga untuk tinggal di rumah, memperingatkan bahwa kemungkinan dapat terjadi transmisi massal jika warga tidak mengindahkan perintah otoritas setempat.

Meski sudah diperingati, Menteri Pertahanan Malaysia Ismail Sabri Yaakob pada Jumat (20/3) mengatakan bahwa orang-orang masih pergi ke restoran dan bermain di taman.

"Tentara akan mulai dimobilisasi pada Minggu," kata dia. "Kami yakin dengan bantuan militer, kami akan lebih mampu menegakkan perintah ini."

Dia menekankan bahwa tindakan hukum, seperti penangkapan, dapat menjadi pilihan jika warga terus menentang pembatasan pergerakan yang ditetapkan pemerintah.

Hingga kini Malaysia mencatat 900 kasus positif Covid-19 dengan dua orang meninggal. Hampir dua pertiga dari total kasus infeksi di negara itu terkait dengan tablig akbar pada akhir Februari di Masjid Sri Petaling, acara tersebut dihadiri oleh sekitar 16.000 peserta dari dalam dan luar negeri. Pihak berwenang masih berupaya melacak semua yang hadir.

Malaysia, yang penduduknya mayoritas muslim, juga telah menangguhkan salat Jumat di masjid-masjid dan meminta warga untuk sementara waktu melakukan salat di rumah.

Sponsored

Jumlah kasus infeksi di Malaysia mencapai hampir 40% dari keseluruhan angka penularan di Asia Tenggara.

Masih di Asia Tenggara, pada Jumat, Thailand mencatat 50 kasus baru, membuat total infeksi di negara itu jadi 272 dengan satu kematian. Sementara itu, Indonesia sejauh ini memegang rekor kematian tertinggi di Asia Tenggara dengan 25 fatalitas dan 311 kasus positif. (Reuters)

Berita Lainnya