sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Malaysia tolak klaim China atas Laut China Selatan

Malaysia akan tetap berhati-hati dalam mempertahankan klaimnya demi menghindari meningkatnya ketegangan di LCS.

Valerie Dante
Valerie Dante Sabtu, 15 Agst 2020 11:37 WIB
Malaysia tolak klaim China atas Laut China Selatan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 236519
Dirawat 55000
Meninggal 9336
Sembuh 170774

Malaysia telah menolak klaim maritim China atas Laut China Selatan (LCS) dalam pernyataan publik yang langka. Pemerintah Malaysia membuat pengajuan kepada PBB dua pekan lalu tentang haknya atas bagian yang tersisa dari landas kontinen di luar 200 mil laut dari garis pangkal negara.

Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein pada Kamis (13/8) menyatakan, pengajuan tersebut merupakan tanggapan atas klaim serupa yang dibuat China ke PBB pada 12 Desember.

"Malaysia menentang klaim China bahwa mereka memiliki hak historis atas perairan itu," kata Menlu Hishammuddin. "Pemerintah Malaysia juga menganggap klaim China atas fitur maritim di LCS tidak memiliki dasar apa pun di bawah hukum internasional," ucap dia.

Pernyataan bernada keras semacam ini merupakan tindakan yang tidak biasa bagi Malaysia, yang sebelumnya menghindari menegur China secara terbuka.

Pengajuan Malaysia ke PBB dilakukan setelah Australia dan Amerika Serikat menolak klaim maritim China, sebagai tanggapan atas apa yang dilihat oleh kedua sekutu sebagai upaya untuk mendominasi LCS.

China telah membangun pangkalan dan pos terdepan lainnya di sejumlah wilayah LCS untuk memperdalam klaimnya atas 80% dari jalur air 1,4 juta mil persegi tersebut. Vietnam, Filipina, Brunei, Malaysia, dan Taiwan mengklaim bagian dari wilayah yang sama.

Menlu Hishammuddin menyatakan, Malaysia akan tetap berhati-hati dalam mempertahankan klaimnya demi menghindari meningkatnya ketegangan di LCS.

Malaysia, beserta negara anggota ASEAN lainnya dan China, sedang dalam proses membahas Code of Conduct (CoC) LCS. (Bloomberg)

Sponsored


Sumber : Bloomberg

Berita Lainnya