Dunia / Amerika Serikat

Markas CNN di New York kembali mendapat teror bom

Ini bukan kali pertama CNN mendapat ancaman bom. Pada Oktober lalu, sebuah paket berisi bahan peledak ditemukan di kantor mereka.

Markas CNN di New York kembali mendapat teror bom
Ilustrasi / Pixabay

Markas besar CNN di New York dievakuasi pada Kamis (6/12) malam waktu setempat setelah mendapat ancaman bom. Namun, setelah dilakukan penyisiran tidak ditemukan bahan peledak.

Drama sekitar 90 menit itu mengingatkan pada evakuasi serupa yang terjadi pada Oktober setelah sebuah alat peledak ditemukan di kantor CNN di New York.

Alarm berbunyi di ruang redaksi untuk menandai evakuasi tidak lama setelah pukul 22.30, tulis CNN di laman resminya. Sementara, jaringan itu menayangkan program yang telah direkam sebelumnya.

Satu jam kemudian, CNN melanjutkan siaran melalui Skype.

"Orang-orang mungkin bertanya-tanya mengapa kalian melihat saya di Skype, ada kesulitan apa? Kami telah diungsikan karena ada ancaman bom ke CNN," tutur Don Lemon. 

"Kami semua dievakuasi dan kami sama tidak tahunya dengan Anda," tambahnya.

Sementara itu, Kepolisian New York melalui Twitter menyatakan, "Menyusul penyelidikan polisi di Columbus Circle, West 58th Street antara Avenue 8 dan 9 ditutup bagi lalu lintas kendaraan dan pejalan kaki."

Sekitar tengah malam CNN mengatakan polisi telah mengizinkan orang-orang kembali ke gedung.

"NYPD telah memberi kami pengarahan yang jelas dan karyawan telah diizinkan untuk kembali ke gedung," ungkap presiden CNN Worldwide Jeff Zucker melalui sebuah memo internal kepada para staf. "Gedung dalam kondisi terjamin dan aman bagi semua orang untuk datang kembali di pagi hari."

Melalui Twitter, NYPD juga mengonfirmasi bahwa aktivitas di Columbus Circle kini telah dibuka kembali.

Ancaman bom ini datang pada Kamis malam setelah seorang penelepon mengindikasikan ada lima perangkat peledak di gedung itu.

Pada peristiwa yang terjadi Oktober lalu, CNN menjadi sasaran di tengah gelombang bom pipa yang dikirim ke para penentang Presiden Donald Trump.

Seorang pria Florida bernama Cesar Sayoc didakwa dengan lima kejahatan federal atas kejadian tersebut. Dia menghadapi hukuman penjara seumur hidup jika terbukti bersalah. (AFP dan CNN)


Berita Terkait

Kolom

Infografis