sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Masih dirawat di ICU, kondisi PM Inggris membaik

PM Johnson dinyatakan positif coronavirus jenis baru pada 27 Maret.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 09 Apr 2020 10:26 WIB
Masih dirawat di ICU, kondisi PM Inggris membaik
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 26940
Dirawat 17662
Meninggal 1641
Sembuh 7637

Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak pada Rabu (8/4) mengatakan bahwa kondisi Perdana Menteri Boris Johnson membaik. Dia masih dirawat di unit perawatan intensif (ICU).

PM Johnson sendiri dinyatakan positif coronavirus jenis baru pada 27 Maret.

"Kabar terbaru dari rumah sakit adalah PM Johnson tetap dalam perawatan intensif di mana kondisinya membaik," tutur Sunak dalam konferensi pers harian. "Dia sekarang sudah bisa duduk di tempat tidur dan terlibat secara positif dengan tim di rumah sakit."

Johnson dilarikan ke St. Thomas' Hospital pada Minggu (5/4) malam waktu setempat untuk menjalani tes kesehatan setelah mengalami gejala Covid-19 secara persisten, termasuk demam tinggi dan batuk, selama lebih dari 10 hari.

PM berusia 55 tahun tersebut kemudian dipindahkan ke ICU pada Senin (6/4) setelah kondisinya semakin memburuk. Dia dilaporkan sempat menerima bantuan oksigen.

Secara terpisah, Downing Street mengeluarkan pernyataan singkat yang mengatakan bahwa informasi terbaru terkait kondisi PM akan dirilis pada Kamis (9/4).

"Yang dapat kami sampaikan, selalu ada kemajuan yang stabil dari kondisi PM Johnson. Dia tetap dalam perawatan intensif," jelas Downing Street.

Sementara Johnson dirawat di rumah sakit, Inggris memasuki apa yang para ilmuwan katakan sebagai fase paling mematikan dari pandemik Covid-19.

Sponsored

Sejauh ini, Inggris mencatat 60.733 kasus positif coronavirus jenis baru. Dari jumlah itu, 7.097 pasien meninggal dan 135 dinyatakan sembuh.

Direktur Medis National Health Service (NHS) Stephen Powis menyebut bahwa jumlah kasus baru infeksi dan pasien yang dirawat inap mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan. Namun, dia memperingatkan bahwa sekarang bukan saatnya untuk berpuas diri.

"Kami mulai melihat manfaat dari lockdown, tetapi hal yang paling penting adalah masyarakat harus terus mematuhi imbauan pemerintah seperti social distancing. Jika tidak, maka virus akan mulai menyebar lagi," ujar dia.

Pemerintah Inggris akan mendiskusikan persoalan terkait waktu yang tepat untuk melonggarkan kebijakan lockdown atau karantina wilayah yang berdampak buruk bagi ekonomi nasional.

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab, yang sementara waktu mewakili Johnson, akan memimpin rapat kabinet pada Kamis untuk meninjau kebijakan lockdown yang telah diterapkan sejak 23 Maret.

Sunak mengatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk meninjau langkah-langkah lockdown yang seharusnya hanya berlaku selama tiga minggu tersebut.

"Peninjauan kami akan didasarkan pada bukti dan data yang diberikan oleh lembaga pemerintah, Scientific Advisory Group for Emergencies (SAGE)," lanjut dia. (Reuters, Euro News, dan BBC)

Berita Lainnya