sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Penahanan sejumlah pangeran Arab Saudi pesan jelas dari putra mahkota?

Sejumlah pangeran Arab Saudi dilaporkan ditahan pada Jumat (6/3).

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 10 Mar 2020 09:04 WIB
Penahanan sejumlah pangeran Arab Saudi pesan jelas dari putra mahkota?
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 76981
Dirawat 36636
Meninggal 3656
Sembuh 36689

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (34) atau yang biasa disapa MBS disebut bermaksud mengirim pesan yang tegas kepada para kritikus di lingkungan keluarga kerajaan dengan menahan sejumlah pangeran senior pekan lalu: jangan berani menentangnya untuk naik takhta. 

Menurut sejumlah sumber, sasaran utama dalam "pembersihan" itu adalah saudara kandung Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud (84), Pangeran Ahmed bin Abdulaziz (78). Pangeran Ahmed bin Abdulaziz merupakan satu dari tiga anggota Dewan Kesetiaan, badan yang bertanggung jawab untuk menentukan masa depan suksesi takhta Arab Saudi, yang menentang penunjukan MBS sebagai putra mahkota pada 2017.

Empat sumber dengan koneksi kerajaan menuturkan bahwa penahanan sejumlah pangeran senior bertujuan memastikan kerelaan atau kepatuhan di keluarga Al Saud yang berkuasa, di mana dikabarkan terdapat ketidakpuasan, ketika sewaktu-waktu terjadi suksesi jika raja saat ini mangkat atau mundur. 

Pangeran Ahmed bin Abdulaziz dilaporkan ditahan pada Jumat (6/3) bersama dengan mantan putra mahkota yang digulingkan pada 2017, Pangeran Mohammed bin Nayef. Dua sumber lain yang memiliki koneksi kerajaan menyebut bahwa putra Pangeran Ahmed bin Abdulaziz dan saudara Pangeran Mohammed bin Nayef juga ditahan.

Menurut sumber-sumber tersebut para pangeran dilaporkan ditahan di vila-vila kerajaan di Riyadh dan beberapa diizinkan untuk menghubungi keluarga mereka.

Dua sumber dengan koneksi kerajaan dan seorang diplomat asing senior menyatakan bahwa MBS, yang telah bergerak dengan tanpa ampun untuk memperketat cengkeramannya pada kekuasaan, khawatir bahwa para pangeran yang tidak puas akan merapat ke Pangeran Ahmed bin Abdulaziz dan Pangeran Mohammed bin Nayef sebagai alternatif potensial untuk naik takhta.

"Ini (penahanan) adalah persiapan untuk transfer kekuasaan," kata salah satu sumber itu. "Ini adalah pesan yang jelas kepada keluarga bahwa tidak ada yang bisa mengatakan 'Tidak' atau berani menentang dia (MBS)." 

Sejumlah sumber mengklaim bahwa penahanan para pangeran dilakukan atas tuduhan merencanakan kudeta untuk menggagalkan suksesi MBS. Namun, kemudian beberapa sumber menggambarkan langkah itu sebagai respons terhadap akumulasi perilaku yang salah dibanding plot melawan MBS.

Sponsored

Saat menjadi tuan rumah sebuah pertemuan, Pangeran Ahmed bin Abdulaziz disebut mempertanyakan sikap MBS atas sejumlah isu, termasuk proposal perdamaian Timur Tengah yang digagas Amerika Serikat.

Dua sumber dengan koneksi kerajaan menuturkan bahwa Pangeran Ahmed bin Abdulaziz baru kembali dari luar negeri sebelum dia ditahan.

Laporan penahanan sejumlah pangeran memicu spekulasi tentang kesehatan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud. Sejumlah sumber mengatakan bahwa dia sehat secara mental dan fisik. 

Stasiun TV pemerintah pada Minggu (8/3) menayangkan klip di mana dia menerima sumpah jabatan dari dua duta besar baru Arab Saudi. 

Saudara Pangeran Mohammed bin Nayef dan putra Pangeran Ahmed bin Abdulaziz, yang keduanya dikabarkan ditahan, juga muncul lewat sejumlah foto terkait aktivitas resmi yang dirilis media pemerintah pada Minggu.

Sejumlah sumber menyatakan bahwa para bangsawan yang berusaha mengubah garis suksesi memandang Pangeran Ahmed bin Abdulaziz sebagai pilihan yang mungkin akan mendapat dukungan dari anggota keluarga, pasukan keamanan, dan kekuatan Barat.

Dua anggota Dewan Kesetiaan lain yang menentang MBS disebut lebih muda dan kurang menonjol dibanding Pangeran Ahmed bin Abdulaziz. Salah satu dari dua pangeran itu dilaporkan tinggal di luar negeri.

"Mereka yang tidak puas (dengan MBS) berkumpul di sekelilingnya (Pangeran Ahmed bin Abdulaziz) dan dia membiarkan itu terjadi," ujar salah seorang sumber dengan koneksi kerajaan.

Namun, para pengamat Arab Saudi menilai bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan Pangeran Ahmed bin Abdulaziz menginginkan takhta.

Sejumlah bangsawan dilaporkan tidak puas dengan gaya MBS memerintah, yang membatasi pergerakan mereka, bahkan mengganti detail keamanan mereka dengan pengawal yang wajib melapor kepadanya. Pergerakan Pangeran Mohammed bin Nayef disebut telah sangat dikendalikan dan dipantau sejak 2017.

Sumber dengan koneksi kerajaan mengatakan bahwa MBS mungkin ingin membersihkan jalan sebelum Pilpres Amerika Serikat 2020 digelar, khawatir kekalahan Donald Trump dapat memengaruhi posisinya. Diplomat asing itu mengklaim MBS kemungkinan melawan paman dan sepupunya karena sangat berhati-hati, takut bahwa suatu hari AS akan berpaling kepada mereka.

Pihak berwenang Arab Saudi belum mengonfirmasi atau mengomentari kabar penahanan sejumlah pangeran.

Sumber : Reuters

Berita Lainnya