sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Meghan Markle gugat surat kabar Inggris

Meghan Markle berang karena surat yang dikirimnya untuk sang ayah diekspos ke publik.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 02 Okt 2019 12:22 WIB
Meghan Markle gugat surat kabar Inggris
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Meghan Markle, Duchess of Sussex, menggugat Mail on Sunday setelah pada Februari surat kabar itu menerbitkan surat pribadinya yang dia kirim ke ayahnya.

Sejalan dengan langkah Meghan, Pangeran Harry, mengeluarkan pernyataan yang mengecam pers Inggris atas perlakuan mereka terhadap istrinya.

Harry menekankan rasa hormat terhadap pentingnya pemberitaan yang objektif dan jujur. Dia mengatakan tidak mampu menjadi saksi bisu dari penderitaan Meghan.

"Sudah terlalu lama menjadi saya saksi bisu penderitaan pribadi istri saya," tegas Harry dalam pernyataan yang dirilis, Selasa (1/10).

Dia menuduh sebagian media melancarkan kampanye kejam terhadap sejumlah orang dan tidak memikirkan konsekuensinya. Harry membandingkan perlakuan media terhadap Meghan dengan pemberitaan negatif terhadap mendiang ibunya, Putri Diana.

Dalam pernyataan itu, Duke of Sussex mengatakan bahwa dia takut sejarah akan terulang.

"Ada saatnya ketika satu-satunya hal yang harus dilakukan adalah menentang perilaku semacam ini yang menghancurkan kehidupan seseorang. Sederhananya, ini adalah perundungan, yang menakuti dan membungkam pihak lain. Kita semua tahu hal ini sama sekali tidak dapat diterima," kata dia.

Harry menyatakan, dirinya telah melihat konsekuensi yang timbul ketika orang yang dia cintai mengalami perlakuan tidak adil semacam itu.

Sponsored

"Saya kehilangan ibu saya akibatnya dan sekarang saya menyaksikan istri saya menjadi korban tindakan yang sama," tambah dia.

Pernyataan di situs resmi Duke and Duchess of Sussex tersebut dirilis ketika Meghan memulai proses di pengadilan tinggi atas tuduhan penyalahgunaan informasi pribadi, pelanggaran hak cipta dan pelanggaran Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR).

Foto-foto dari surat pribadi Meghan kepada ayahnya masih tersedia di Mail on Sunday versi daring, mailonline. Seorang juru bicara surat kabar itu membela pemberitaannya.

"Mail on Sunday membela laporan yang diterbitkan dan akan berjuang untuk memenangkan kasus ini," tutur dia.

Pada Februari, The Guardian melaporkan bahwa Meghan sudah mengancam akan menuntut Mail on Sunday karena menerbitkan suratnya. Pasalnya, penulis surat pribadi tetap memiliki hak cipta atas tulisannya meski surat itu sudah berada di tangan orang lain.

Mail on Sunday telah memuat banyak kisah kontroversial yang melibatkan ayah Meghan, Thomas Markle, termasuk sejumlah foto paparazi yang dirancang untuk memperlihatkan seolah dia berada di warnet saat membaca berita pertunangan putrinya dengan Pangeran Harry.

Liputan penuh kritik lainnya terhadap pasangan keluarga kerajaan itu berkisar dari penggunaan jet pribadi hingga penolakan akses media bagi pembaptisan bayi mereka, Archie.

Harry dan Meghan juga mendapat kecaman dari media atas renovasi kediaman baru mereka, Frogmore Cottage, yang dilaporkan menyedot biaya US$2,9 juta dari pajak rakyat.

Duke and Duchess of Sussex telah menggunakan dana pribadi mereka dan mempekerjakan pengacara dari Schillings untuk menangani kasus tersebut.

Seorang juru bicara Schillings mengatakan bahwa pihaknya telah memulai proses hukum terhadap Mail on Sunday dan perusahaan induknya, Associated Newspapers, pada Minggu (29/9).

Dalam pernyataannya, Harry juga menyebutkan, kampanye kejam pers Inggris terhadap Meghan telah meningkat selama setahun terakhir. Namun, ini bukan pertama kalinya Harry mengkritik pemberitaan media terhadap dirinya atau istrinya.

Ketika berita tentang hubungannya dengan Meghan mulai beredar, dia mengatakan bahwa sejumlah pemberitaan berbau rasial.

Sumber : The Guardian

Berita Lainnya