sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Memanas, China vs AS saling tutup konsulat

China turunkan bendera AS di Chengdu, gedung konsulat diambil alih.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 27 Jul 2020 13:58 WIB
Memanas, China vs AS saling tutup konsulat
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 130718
Dirawat 39017
Meninggal 5903
Sembuh 85798

Konsulat Amerika Serikat (AS) di Kota Chengdu, China, resmi ditutup pada Senin (27/8) pagi, di tengah memburuknya hubungan antara kedua negara.

Bendera AS pun diturunkan dari atas gedung yang ditonton oleh kerumunan orang dan dijaga oleh aparat keamanan. Pemerintah China meminta konsulat tersebut untuk tutup pada Jumat (24/8).

Pekan lalu, pemerintah AS juga memerintahkan penutupan Konsulat China di Houston, Texas. Mereka mengklaim bahwa misi diplomatik tersebut terlibat dalam upaya spionase yang menggunakan fasilitas diplomatik di sekitar AS.

Dalam pernyataan pada hari ini, Kementerian Luar Negeri China mengumumkan bahwa Konsulat AS di Chengdu secara resmi ditutup pada pukul 10.00 waktu setempat.

"Pihak berwenang China kemudian masuk dari pintu utama dan mengambil alih gedung," kata Kemlu Tiongkok.

Selama akhir pekan, ratusan orang telah berkumpul di luar Konsulat AS. Mereka mengambil foto dan mengibarkan bendera China.

Pemerintah China telah memberi AS waktu 72 jam untuk menutup konsulat di Chengdu, jangka waktu yang sama yang diberikan AS kepada China untuk menutup misi mereka di Houston.

Kemlu China menyebut penutupan paksa konsulatnya di Houston sebagai eskalasi yang belum pernah terjadi sebelum dalam ketegangan yang sedang berlangsung antara kedua negara.

Sponsored

"Situasi saat ini antara China dan AS adalah sesuatu yang tidak ingin kami lihat. Tanggung jawab sepenuhnya berada di tangan AS," kata Kemlu China.

Hubungan antara Beijing dan Washington telah memburuk dengan cepat dalam dua minggu terakhir.

Berbicara di Perpustakaan Nixon di California pada Kamis (23/8), Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengecam apa yang disebutnya sebagai kebijakan China yang gagal.

"Seperti yang telah dijelaskan Presiden Donald Trump, kita memerlukan strategi yang melindungi ekonomi nasional," kata Pompeo.

"Kebijakan kita membangkitkan kembali ekonomi China, tetapi Beijing justru menggigit tangan yang memberinya makan. Kami membuka tangan kepada warga China hanya untuk melihat Partai Komunis China mengeksploitasi masyarakat kita yang bebas dan terbuka," imbuhnya. (CNN)

Berita Lainnya