logo alinea.id logo alinea.id

Menebar teror di Eropa melalui jalur pengungsi

Pelaku yang mengklaim berafiliasi dengan ISIS, menyasar negara-negara Eropa karena keterlibatan mereka dalam perang di Irak dan Suriah.

Dika Hendra
Dika Hendra Senin, 11 Des 2017 20:08 WIB
Menebar teror di Eropa melalui jalur pengungsi

Teror menghantui kota-kota di Eropa sepanjang 2017. Serangan teror itu menarget tempat populer di Eropa mulai dari Nice, Paris, Berlin, Brussel, London Manchester, hingga Barcelona jadi sasaran aksi teror yang diklaim dilakukan simpatisan Islamic State on Iran and Syria (ISIS).

Kenapa Eropa? Sebagian besar anggota Uni Eropa berpartisipasi dalam koalisi melawan ISIS. Sepanjang 2017, Inggris merupakan negara yang menjadi target serangan teror. Itu disebabkan Inggris terlalu banyak bermain dalam perang melawan ISIS, setelah AS.

Selain Inggris, Prancis yang aktif mengebom basis pertahanan ISIS di Irak dan Suriah juga menjadi target teror. ISIS ingin menghadirkan teror di negara yang juga menebar acnaman di wilayah kekuasaan ISIS di Irak dan Suriah.

"Prancis masih menjadi target ISIS, begitu juga Belgia dan Jerman. Belanda dan Inggris juga menjadi target utama ISIS," demikian laporan Europol dilansir Express.

Sponsored

Hingga kini, berbagai intelijen negara Eropa sudah mengetahui kalau banyak simpatisan ISIS sudah siap melaksanakan teror. Mereka menunggu kesempatan dan momen yang tepat. Persiapan serangan di Eropa yang dilakukan ISIS sebenarnya telah disiapkan sejak 2013 silam. Simpatisan ISIS itu dikirim ke Eropa bersama dengan jutaan pengungsi Timur Tengah yang membanjiri Jerman, Italia, dan negara lainnya.

"ISIS juga telah membentuk tim di Suriah yang dikirim ke Uni Eropa untuk melaksanakan serangan teror," demikian laporan intelijen berbagai negara di Eropa. Apalagi, banyak gerilyawan ISIS dari Eropa yang sudah kembali setelah kelompok teror itu banyak bertumbangan di Suriah dan Irak.