sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menlu AS: Partai Komunis China perlu ditentang

Pompeo menyebutkan, Trump telah memperingatkan banyak pihak tentang China sejak hari pertamanya menjabat sebagai presiden.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 31 Okt 2019 19:06 WIB
Menlu AS: Partai Komunis China perlu ditentang
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 60695
Dirawat 30091
Meninggal 3036
Sembuh 27568

Pada Rabu (30/10), Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengkritik Partai Komunis China yang berkuasa. Dia mengatakan bahwa Beijing berfokus pada dominasi internasional dan perlu dikonfrontasi.

Pompeo melontarkan pernyataan itu bahkan ketika pemerintahan Presiden Donald Trump mengungkap harapan dapat menandatangani kesepakatan tahap pertama untuk mengakhiri perang dagang dengan China.

Sebelumnya, Trump dan Presiden China Xi Jinping diperkirakan akan menandatangani kesepakatan tersebut pada November dalam KTT APEC. Namun pada Rabu, perkiraan itu menjadi tidak pasti akibat Chile menarik diri sebagai tuan rumah dari pertemuan global tersebut.

Pompeo mengatakan, AS telah lama menghargai persahabatannya dengan rakyat China, yang dia anggap berbeda dari pemerintah Partai Komunis.

"Partai Komunis menggunakan metode yang telah menciptakan tantangan bagi AS dan dunia. Secara kolektif, kita semua harus mengonfrontasi tantangan ini," kata Menlu Pompeo dalam pidatonya di acara gala dinner di New York.

Dia menegaskan bahwa tidak lagi realistis untuk mengabaikan perbedaan mendasar antara dua sistem pemerintahan AS dan China, serta dampak negatifnya terhadap keamanan nasional Negeri Paman Sam.

Dalam pidatonya pada pekan lalu, Wakil Presiden AS Mike Pence mengecam rekam jejak kondisi hak asasi manusia, perdagangan dan metode yang digunakan China untuk memperluas pengaruhnya di dunia.

Pompeo menyebutkan, Trump telah memperingatkan banyak pihak tentang China sejak hari pertamanya menjabat sebagai presiden.

Sponsored

"Kami akhirnya menyadari sejauh mana Partai Komunis memusuhi AS dan nilai-nilai yang kami pegang ... Dan kami dapat melakukan itu hanya karena kepemimpinan Presiden Trump," ujar dia.

China berulang kali kesal terhadap Pompeo, baik karena ucapannya soal proyek Belt and Road Initiative (BRI) yang merupakan gagasan Presiden Xi maupun terkait tuduhan pelanggaran HAM di Xinjiang dan banyak wilayah lainnya.

Dalam pidato di Houston pada Senin (28/10), Duta Besar China untuk AS Cui Tiankai mengisyaratkan bahwa negaranya tidak akan menerima kritik yang ditujukan bagi Partai Komunis. Dia menyebut bahwa partai itu sangat dipercaya dan mendapat dukungan luas dari rakyat Tiongkok.

"Untuk membedakan antara Partai Komunis dan rakyat Tiongkok adalah tantangan langsung kepada seluruh bangsa China," kata Cui.

Dia mengkritik tindakan AS yang di satu sisi menyambut China yang sukses, tetapi di sisi lain berusaha menggulingkan kekuatan yang mendorong kesuksesan itu.

"Pernahkah Anda melihat sesuatu yang lebih munafik dan keterlaluan dari ini?," kata dia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang pada Kamis (31/10) mengatakan bahwa komentar Pompeo mengungkapkan bias politik dan pola pikir anti-Komunis dari sejumlah politikus AS.

"Pernyataan Pompeo adalah serangan terhadap Partai Komunis China dan pemerintah Tiongkok. Ini mendorong pertikaian antara Partai Komunis dan rakyat China, merusak kebijakan dalam dan luar negeri kami," kata Geng.

Pompeo mengatakan dia akan menyampaikan serangkaian pidato dalam beberapa bulan mendatang tentang ideologi dan pertentangan nilai, kampanye intelijen Partai Komunis untuk menyebar pengaruh dan praktik ekonomi tidak adil yang dilakukan Beijing.

"Partai Komunis adalah partai beraliran Marxis-Leninis yang berfokus pada dominasi internasional," ujar dia.

Menlu Pompeo mengatakan, dia juga akan membahas peningkatan kemampuan militer China yang jauh melebihi apa yang mereka butuhkan untuk pertahanan nasional.

Dia menyebutkan, Washington tidak menginginkan konfrontasi dengan Beijing. Pemerintah AS, lanjutnya, ingin melihat sistem pasar yang lebih transparan dan saling menguntungkan. Menurutnya, langkah pertama menuju hal itu dapat diraih dari kesepakatan tahap pertama terkait penyelesaian perang dagang.

"Saya optimis bahwa kami akan mencapainya. Itu hal yang baik," kata dia. "Saya pikir ini akan menunjukkan bahwa adanya kesamaan yang bisa didapatkan."

Sumber : Reuters

Berita Lainnya