sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menlu: Dunia masih jauh dari penghapusan total senjata nuklir

Penghapusan total senjata nuklir elemen penting bagi perdamaian internasional.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Sabtu, 03 Okt 2020 15:43 WIB
Menlu: Dunia masih jauh dari penghapusan total senjata nuklir
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 516.753
Dirawat 66.752
Meninggal 16.352
Sembuh 433.649

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menyampaikan, penghapusan total senjata nuklir merupakan elemen penting bagi perdamaian dan keamanan internasional.

Hal itu disampaikan Menlu Retno pada Pertemuan Tingkat Tinggi Peringatan dan Promosi Hari Internasional Penghapusan Total Senjata Nuklir, secara virtual, Jumat (2/10).

“75 tahun sejak berdirinya PBB, dan 50 tahun sejak penandatanganan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT), dunia masih jauh dari penghapusan total senjata nuklir”, kata Menlu Retno dalam dalam keterangannya, Sabtu (3/10).

Tiadanya kemajuan dalam upaya penghapusan arsenal nuklir, jelas Menlu, mengakibatkan timbulnya trust deficit atau defisit kepercayaan di antara negara-negara di dunia.

Untuk mencapai penghapusan total senjata nuklir, Menlu RI menggarisbawahi tiga hal penting. Pertama, penerapan dan penegakkan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (Nuclear Non- Proliferation Treaty). 

Terkait hal ini, Menlu menyampaikan bahwa partisipasi penuh dan komitmen dari seluruh negara, termasuk negara pemilik senjata nuklir sangat diperlukan.

"Kedua, penguatan mekanisme dan arsitektur perlucutan senjata global. Beberapa mekanisme perlucutan senjata seperti Konferensi Perlucutan Senjata (Conference of Disarmament), larangan uji coba nuklir komprehensif (CTBT), dan mekanisme lainnya harus diupayakan penegakannya agar tujuan penghapusan total senjata nuklir dapat tercapai," jelasnya.

Ketiga, lanjut Menlu, memastikan perlucutan senjata nuklir dapat berdampak positif pada kesejahteraan dunia.

Sponsored

Pandemi Covi-19 ini, lanjut Menlu, merupakan pengingat kita bahwa perlindungan manusia dan kemanusiaan hanya dapat tercapai melalui solidaritas global dan bukan melalui senjata nuklir.

Di akhir pidatonya, Menlu menyebut bahwa mempertahankan keberadaan senjata nuklir jelas situasi zero-sum,. Sementara pemusnahan total senjata nuklir akan memastikan keberlangsungan umat manusia ke depan.

Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian Pertemuan Tingkat Tinggi Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-75 yang berlangsung sejak tanggal 21 September 2020 hingga hari ini.

Berita Lainnya