sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menlu Kang temui keluarga pejabat Korsel yang dibunuh Korut

Penyelidikan sementara pemerintah menemukan bahwa pejabat tersebut berusaha untuk membelot ke Pyongyang.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 22 Okt 2020 12:15 WIB
Menlu Kang temui keluarga pejabat Korsel yang dibunuh Korut

Menteri Luar Negeri (Menlu) Korea Selatan Kang Kyung-wha bertemu kakak laki-laki dari seorang pejabat perikanan yang dibunuh oleh Korea Utara di dekat perbatasan laut barat pada bulan lalu.

Pertemuan, Menlu Kang dengan Lee Rae-jin, saudara laki-laki dari pejabat yang meninggal itu, terjadi di tengah kritik dari masyarakat yang menyatakan bahwa kementeriannya tidak segera merespons seruan keluarga untuk penyelidikan PBB atas insiden tersebut.

Pejabat berusia 47 tahun itu ditembak mati oleh militer Korea Utara pada 22 September 2020, ketika terapung-apung di perairan Korea Utara. 

Penyelidikan sementara pemerintah menemukan bahwa pejabat tersebut berusaha untuk membelot ke Pyongyang, tetapi keluarganya sangat mempertanyakan hasil penyelidikan tersebut.

"Saya meminta Kementerian Luar Negeri untuk mengajukan protes keras atau mengeluarkan pernyataan tentang masalah hak asasi manusia Korea Utara," kata Lee Rae-jin seperti dikutip dari kantor berita Yonhap News Agency, Rabu (21/10).

"Saya juga mengulangi seruan kepada kementerian untuk mencari kerja sama dari China, karena ada kemungkinan tubuh saudara laki-laki saya dapat mengalir ke perairan China."

Kang mengaku, akan meninjau permintaan keluarga dari almarhum dan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkannya.

Menurut Lee, Menlu Kang, berjanji akan segera merilis tanggapan tertulis. Lee menyatakan, keluarganya memiliki alasan untuk percaya bahwa saudara laki-lakinya kemungkinan tergelincir dan jatuh dari kapal.

Sponsored

Dalam sesi audit parlemen awal bulan ini, Kang menyatakan, kesediaannya untuk bertemu langsung dengan keluarga dari almarhum. Mengenai permintaan Lee untuk penyelidikan PBB, kementerian luar negeri mengatakan kasus tersebut perlu ditinjau lebih lanjut.

Korea Utara telah meminta maaf atas insiden itu tetapi tidak memberikan jawaban yang pasti terkait apakah jasad pejabat tersebut dibakar oleh mereka. Pyongyang belum menanggapi seruan Seoul untuk melakukan penyelidikan bersama. (Yonhap)

Berita Lainnya