sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menlu Prancis: Pasca-Brexit, Inggris-UE akan saling serang

Menlu Prancis mengatakan bahwa Inggris dan Uni Eropa memiliki perbedaan tajam dalam sejumlah isu.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 17 Feb 2020 15:57 WIB
Menlu Prancis: Pasca-Brexit, Inggris-UE akan saling serang
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 59394
Dirawat 29740
Meninggal 2987
Sembuh 26667

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian memprediksi bahwa negosiasi perdagangan pasca-Brexit antara Uni Eropa dan Inggris akan penuh ketegangan. Dia mengatakan kedua pihak akan saling serang demi mendapat keuntungan.

Berbicara di sebuah forum keamanan di Munich, Jerman, pada Minggu (17/2), Le Drian menyebut bahwa kedua pihak sangat berbeda dalam memandang sejumlah isu.

"Menurut saya, terkait perdagangan dan mekanisme hubungan di masa depan, Uni Eropa dan Inggris akan saling mencabik satu sama lain," kata dia. "Tapi itu semua bagian dari proses negosiasi, setiap pihak akan membela kepentingan mereka sendiri."

Dia menambahkan, akan sulit bagi Inggris untuk mencapai target mereka yakni menyetujui kesepakatan perdagangan bebas dengan Uni Eropa pada akhir 2020. Pemerintah Inggris sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya ingin kesepakatan yang didasarkan pada kerja sama dan persahabatan yang setara.

Inggris secara resmi hengkang dari Uni Eropa dua pekan lalu tetapi masih terikat dalam hubungan perdagangan blok tersebut hingga periode transisi berakhir pada 31 Desember.

Le Drian, sekutu dekat Presiden Prancis Emmanuel Macron, merupakan tokoh senior Uni Eropa terbaru yang memperingatkan bahwa perundingan perdagangan pasca-Brexit tidak akan mudah.

Sebelumnya, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Kepala Perunding Komisi Eropa Michel Barnier sama-sama meragukan ambisi Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk mencapai kesepakatan komprehensif pada akhir 2020.

Uni Eropa telah berulang kali menyatakan bahwa Inggris tidak bisa berharap akan menikmati akses pasar berkualitas tinggi jika terus-menerus menyimpang dari standar sosial dan lingkungan yang dipegang blok tersebut.

Sponsored

Banyak pihak memperkirakan kedua pihak akan beradu pendapat saat merundingkan hak penangkapan ikan. Uni Eropa bersikeras mendapat akses berkelanjutan ke perairan Inggris. Namun, PM Johnson menegaskan bahwa negaranya menginginkan otonomi penuh dan akan membatasi akses bagi para nelayan dari Uni Eropa.

Seorang juru bicara Downing Street mengatakan bahwa sejauh ini pendekatan Inggris sudah sangat jelas dengan tidak memiliki permintaan yang akan sulit untuk dipenuhi Uni Eropa.

"Kami tidak memiliki permintaan khusus atau unik, kami sedang mencari kesepakatan seperti yang sebelumnya telah dicapai Uni Eropa dengan negara-negara sahabat lainnya seperti Kanada," jelas dia. (BBC dan The Guardian)

Berita Lainnya