sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menlu Retno apresiasi kinerja tim evakuasi dari Wuhan

Indonesia memulangkan 237 WNI, satu WNA, beserta lima tim aju KBRI Beijing dari Wuhan dengan pesawat Batik Air pada 2 Februari.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 18 Feb 2020 17:09 WIB
Menlu Retno apresiasi kinerja tim evakuasi dari Wuhan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 248852
Dirawat 57796
Meninggal 9677
Sembuh 180797

Pada Selasa (18/2), Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyambut dan menyampaikan apresiasi kepada lima anggota tim aju dari KBRI Beijing dan 42 anggota tim evakuasi yang memulangkan WNI dari Provinsi Hubei.

"Secara resmi saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan bekerja sama dalam menyukseskan evakuasi WNI dari Provinsi Hubei," tutur Menlu Retno dalam acara 'Penyambutan Tim Aju dan Tim Evakuasi WNI dari Wuhan' di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta.

Pada 2 Februari, pemerintah Indonesia memulangkan 237 WNI, satu WNA, beserta lima tim aju KBRI Beijing dari Kota Wuhan menggunakan pesawat Batik Air. Pada Sabtu (15/2), mereka menyelesaikan periode observasi di Pulau Natuna dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat di Natuna yang telah menerima saudara-saudara kami selama masa observasi 14 hari," lanjut Menlu Retno.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Aju KBRI Beijing Arianto Surojo menyampaikan rasa syukur kepada pemerintah Indonesia yang memercayai mereka untuk menjalankan misi evakuasi WNI.

"Pemerintah benar-benar hadir menjalankan diplomasi untuk melindungi WNI di mana pun mereka berada. Kami bersyukur atas arahan Menlu Retno yang selalu memantau dan mengawal keberhasilan misi evakuasi tersebut," lanjut dia.

Selain itu, Arianto mengatakan bahwa keberhasilan misi evakuasi juga didukung faktor kedekatan hubungan Indonesia dan China. Dia menyebut, pemerintah China banyak memberikan kemudahan bagi keseluruhan proses evakuasi.

"Semuanya memerlukan izin, mulai dari izin mendarat hingga flight clearance. Sementara itu, Provinsi Hubei juga masih dalam kondisi lock down," kata dia. "Maka dari itu, semua pergerakan perlu dinegosiasikan dari level Kemlu China hingga ke kantor luar negeri di tingkat provinsi dan kabupaten/kota."

Sponsored

Usai bertemu dengan Wakil Dirjen Kantor Luar Negeri China di Wuhan pada 1 Februari, Arianto menuturkan bahwa pemerintah China sangat mengapresiasi bantuan kemanusiaan yang diberikan Indonesia yakni masker dan baju pelindung.

Arianto menyebut bahwa tantangan terberat tim aju KBRI Beijing adalah mengumpulkan WNI yang tersebar di Provinsi Hubei. KBRI menyiapkan lima titik kumpul di Kota Wuhan dan sejumlah titik lainnya di Xianning, Huangshi, dan Jingzhou.

Berita Lainnya