sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bertemu Menlu Myanmar, Retno Marsudi sampaikan sikap Indonesia

Pertemuan dengan Menlu Myanmar, U Wunna, dilakukan di Bandara Don Muang dan turut dihadiri oleh Menlu Thailand.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 24 Feb 2021 21:57 WIB
Bertemu Menlu Myanmar, Retno Marsudi sampaikan sikap Indonesia
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi pada Rabu (24/2) mengungkapkan niatnya untuk melakukan kunjungan ke ibu kota Myanmar, Naypyitaw. 

"Memang terdapat rencana bagi saya untuk melakukan kunjungan ke Naypyitaw untuk secara langsung dapat menyampaikan pesan dan posisi Indonesia, pesan dunia internasional, serta menyampaikan harapan penyelesaian masalah," tutur Menlu Retno dalam pengarahan media secara virtual.

Namun, rencana kunjungan tersebut terpaksa ditunda.

Menlu Retno menegaskan bahwa penundaan kunjungan tidak menyurutkan niat menjalin komunikasi dengan seluruh pihak di Myanmar, termasuk dengan pihak militer dan Committee of Representing Pyidaungsu Hluttaw (CRPH).

Sementara itu, dalam kunjungannya ke Bangkok, Thailand, pada Rabu, Menlu Retno juga mengadakan pertemuan singkat dengan Menteri Luar Negeri Myanmar yang ditunjuk rezim militer, U Wunna Maung Lwin.

Retno menuturkan, saat sedang mengadakan pertemuan dengan Menlu Thailand, dia mendapatkan informasi bahwa Menlu U Wunna juga berada di Bangkok.

Pertemuan dengan U Wunna akhirnya dilakukan di Bandara Don Muang. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Menlu Thailand.

Dalam tatap muka singkat dengan U Wunna, Menlu Retno menyampaikan posisi Indonesia terkait dengan situasi politik di Myanmar.

Sponsored

"Indonesia khawatir terhadap perkembangan situasi di Myanmar," jelas Menlu Retno.

Selain itu, dia menuturkan bahwa keselamatan dan kesejahteraan rakyat Myanmar menjadi prioritas.

"Oleh karena itu, Indonesia meminta semua pihak untuk menahan diri dan tidak menggunakan kekerasan guna menghindari terdapatnya korban dan pertumpahan darah," sambungnya.

Lebih lanjut, Retno menyampaikan, dalam pertemuan dengan U Wunna, dia menegaskan bahwa Indonesia terus menekankan pentingnya proses transisi demokrasi yang inklusif.

"Maka itu diperlukan sebuah kondisi yang kondusif berupa antara lain dialog, rekonsiliasi, dan trust building," tutur dia. "Indonesia akan bersama rakyat Myanmar."

Prinsip-prinsip yang sama juga disampaikan pemerintah Indonesia dalam komunikasi dengan CRPH.

Menlu Retno mengatakan bahwa keselamatan dan kesejahteraan rakyat Myanmar merupakan hal utama yang harus dilindungi.

Selain itu, dalam pertemuan dengan U Wunna, Menlu Retno menyampaikan pentingnya akses dan kunjungan kemanusiaan bagi para tahanan politik.

Berita Lainnya