sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Menlu RI paparkan 4 hasil KTT ASEAN

Salah satunya adalah kesepakatan pembentukan ad hoc task force yang bertugas memantau secara penuh persiapan repatriasi pengungsi Rohingya.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 13 Nov 2019 11:06 WIB
Menlu RI paparkan 4 hasil KTT ASEAN

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi memaparkan empat poin hasil KTT ke-35 ASEAN kepada anggota Komisi I DPR RI dalam rapat kerja perdana di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (12/11).

"Isu penting yang dihasilkan dalam KTT tersebut, di antaranya adanya kesepakatan pembentukan ad hoc task force (satuan tugas ad hoc) di Sekretariat ASEAN yang bertugas memantau secara penuh persiapan repatriasi pengungsi Rohingnya dari Cox's Bazar ke Rakhine State. Satgas itu diharapkan dapat mempercepat proses repatriasi yang sukarela, aman dan bermartabat," kata Menlu Retno.

Di samping satgas khusus untuk memulangkan pengungsi, poin kedua pada KTT ASEAN yang digelar di Bangkok, Thailand, pada 2-4 November tersebut merupakan diskusi arah kerja sama Indo-Pasifik.

"Diskusi secara terbuka mengenai Indo-Pasifik telah dilakukan pada KTT Asia Timur (EAS). Outlook ASEAN tentang Indo-Pasifik yang dipersiapkan Indonesia diapresiasi oleh para peserta forum," jelas dia.

Poin ketiga, KTT ke-35 ASEAN turut membahas peran Indonesia sebagai salah satu anggota terpilih (E10) di Dewan Keamanan PBB (DK PBB).

Dalam rapat kerja pada Selasa, Retno menyampaikan bahwa Sekretaris Jendral PBB Antonio Guterres secara terbuka mengapresiasi peran Indonesia sebagai penengah demi menciptakan dan menjaga perdamaian di tingkat kawasan serta global.

"Peran sebagai penengah semakin diperlukan di tengah dunia yang terbelah," jelas Menlu Retno.

Poin keempat yang disampaikan menlu mengenai hasil KTT ASEAN terkait dengan kontribusi Indonesia dalam Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Sponsored

"Tahun depan kita akan melakukan legal scrubbing agar RCEP dapat ditandatangani pada 2020," tambah dia.

Rapat kerja perdana Menlu Retno bersama Komisi I DPR RI mulai sekitar 10.30 WIB dan diisi dengan penyampaian program kerja, pembahasan isu-isu aktual politik luar negeri, serta sesi tanya jawab.

Sesi penyampaian program kerja Kemlu RI dan pertanyaan dari para anggota dewan berlangsung selama dua jam. Pemimpin rapat, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Teuku Riefky Harsya, sempat menunda jalannya rapat selama 45 menit untuk istirahat.

Rapat kerja kembali dilanjutkan sekitar pukul 13.30 WIB dengan agenda penyampaian jawaban dari Menlu Retno beserta jajaran Kemlu RI. Penyampaian jawaban dari pihak Kemlu RI dibagi menjadi dua, yaitu terbuka dan tertutup.

Sesi terbuka dimanfaatkan untuk membahas sejumlah isu seperti diplomasi ekonomi, perlindungan WNI, serta langkah Indonesia sebagai anggota Dewan HAM PBB periode 2020-2022. Sementara itu, sesi tertutup digunakan untuk membahas isu lainnya seperti Papua, Laut Cina Selatan, dan persoalan pencekalan Rizieq Shihab. (Ant)