sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Menlu RI: Tidak ada WNI jadi korban demo di Hong Kong

KJRI membuka help desk di bandara Hong Kong untuk melayani WNI yang meminta pertolongan.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 11 Sep 2019 15:12 WIB
Menlu RI: Tidak ada WNI jadi korban demo di Hong Kong

Dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi memastikan bahwa tidak ada WNI yang menjadi korban langsung dari aksi protes yang berlangsung di Hong Kong sejak Juni.

"Dapat kami laporkan bahwa sampai saat ini tidak ada WNI yang menjadi korban dari demonstrasi di Hong Kong. WNI lebih terdampak secara tidak langsung seperti terganggunya akses transportasi publik," tutur Menlu Retno di Gedung DPR, Jakarta, pada Rabu (11/9).

Menlu Retno menjelaskan bahwa gerakan pro-demokrasi yang berlangsung selama berbulan-bulan itu telah mengganggu akses transportasi publik dan bahkan sempat mengguncang Bandara Internasional Hong Kong.

Dia menyebut, meskipun pemerintah Hong Kong telah secara resmi mencabut RUU ekstradisi yang menjadi pemicu aksi unjuk rasa, langkah itu tidak menyebabkan surutnya gejolak di Hong Kong.

"KJRI Hong Kong terus melakukan komunikasi dengan otoritas di kota itu untuk memastikan perlindungan terhadap WNI," jelas dia.

Selama situasi demonstrasi, tambahnya, Kementerian Luar Negeri RI melalui KJRI Hong Kong telah memberikan bantuan dan pendampingan bagi lebih dari 100 WNI yang terdampak. WNI yang terdampak termasuk 57 orang dari tim renang DKI yang dibantu pada 12 Agustus serta 30 peserta olimpiade matematika pada 1 September.

Selain itu, Menlu Retno menekankan bahwa langkah konkret lainnya yang diambil Kemlu RI adalah membuka help desk di bandara untuk melayani WNI yang meminta pertolongan.

"Hotline kami pun aktif setiap hari selama 24 jam dan kami selalu menyampaikan imbauan berupa jadwal serta lokasi demonstrasi melalui situs dan media sosial KJRI Hong Kong," ujar Retno.

Sponsored