logo alinea.id logo alinea.id

Meski dikritik, Bangladesh lanjutkan rencana relokasi pengungsi Rohingya

LSM pemantau HAM mengkritik keras rencana Bangladesh untuk merelokasi pengungsi Rohingya ke sebuah pulau rawan bencana.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 19 Jul 2019 19:07 WIB
Meski dikritik, Bangladesh lanjutkan rencana relokasi pengungsi Rohingya

Rombongan pertama pengungsi Rohingya dapat dipindahkan ke sebuah pulau terpencil dalam beberapa bulan mendatang. Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Bangladesh Shahriar Alam.

Beberapa dari nyaris 1 juta pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari Rakhine State dan sekarang tinggal di kamp-kamp di Cox's Bazar akan direlokasi ke pulau Bhasan Char atau Thengar Char di muara sungai Meghna. Pulau tersebut hanya dapat diakses dengan kapal.

Proposal untuk memindahkan para pengungsi ke pulau itu mengundang keprihatinan kelompok-kelompok pemantau HAM mengingat pulau ini rawan banjir parah dan topan serta letaknya tiga jam perjalanan dengan kapal dari daratan.

Para pengungsi Rohingya yang berada di kamp-kamp di Cox's Bazar telah berulang kali menyuarakan penolakan untuk dipindahkan.

Meski demikian, Menlu Alam menegaskan bahwa rencana tersebut akan terus berlanjut. Gelombang pertama pengungsi akan tiba di pulau itu dalam dua hingga tiga bulan mendatang.

"Tujuannya adalah memberi para pengungsi tempat berlindung yang lebih baik," kata Alam. "Meskipun Bangladesh rentan terhadap topan dan naiknya permukaan laut, fasilitas yang dibuat di pulau itu, termasuk tempat perlindungan topan, akan membantu melindungi para pengungsi."

"Ada tempat perlindungan dari topan, dan sebuah kolam sehingga mereka bisa memancing. Satu-satunya pilihan pekerjaan bagi warga Rohingya adalah memancing."

Sembari menunjuk gambar salah satu rumah yang dibangun di pulau itu, Alam berkata, "Seorang wartawan bertanya kepada saya mengapa ini terlihat seperti penjara, tetapi semua rumah di Bangladesh memiliki terali demi keamanan, ini adalah pola yang lazim di sini."

Sponsored

"Dengan melindungi warga Rohingya, PM telah menciptakan landasan moral yang sangat tinggi dan kami tidak akan melakukan sesuatu yang konyol untuk menghentikannya," tutur Alam.

Alam menerangkan, jika relokasi tahap awal sukses maka pendekatan ini dapat dilanjutkan.

"Saya berharap dalam dua hingga tiga bulan ke depan kita mulai pemindahan," ujar Menlu Bangladesh itu.

Ketika ditanya apa yang akan terjadi jika para pengungsi menolak pergi, Alam menjawab, "Tentu saja, kami tidak bisa memaksa mereka pindah."

Sepanjang tahun lalu, banyak LSM telah menekankan kesulitan dan risiko tinggi dalam proses evakuasi ratusan ribu orang dari pulau itu jika terjadi bencana alam.

Sejauh ini, belum ada jurnalis yang menginjakkan kaki di Bhasan Char. Alam mengatakan bahwa pihaknya harus lebih dulu membawa badan-badan PBB, seperti Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), ke pulau itu.

"Kami ingin mereka melihat tempat itu lebih dulu dan kami hanya akan memindahkan mereka setelah itu. Kami tidak terburu-buru tetapi kami yakin ini merupakan satu-satunya solusi," papar Alam.

Alam menyatakan pihaknya tidak khawatir soal banjir yang akan membahayakan pengungsi. 

"Topan kategori 10 tidak hanya akan berdampak pada mereka, itu juga akan berdampak pada 20% dari populasi kami," imbuhnya.

Sumber : The Guardian