sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Mikronesia catat kasus Covid-19 pertama

Dalam pidato yang disiarkan melalui televisi, Presiden Panuelo meminta warga untuk tetap tenang.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 12 Jan 2021 18:05 WIB
Mikronesia catat kasus Covid-19 pertama
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Negara Pasifik terpencil, Mikronesia, mencatat kasus pertama Covid-19 pada Senin (11/1). Hal tersebut, mengakhiri reputasinya sebagai salah satu dari sedikit tempat di Bumi yang bebas virus tersebut.

Presiden David Panuelo mengakui, perkembangan tersebut mengkhawatirkan bagi 100.000 penduduk negara itu, tetapi dia menegaskan bahwa kasus infeksi telah ditangani.

Dalam pidato yang disiarkan melalui televisi, Presiden Panuelo meminta warga untuk tetap tenang. "Jangan panik karena situasinya terkendali," bebernya.

Panuelo mengatakan, tes positif datang dari seorang awak kapal pemerintah "Chief Mailo", yang berada di Filipina untuk menjalani perbaikan.

Dia menjelaskan, bahwa pria itu dan rekan-rekannya tetap di kapal, yang berlabuh di laguna di bawah pengawasan sepanjang waktu.

"Kami tetap dalam apa yang kami sebut Covid-condition-four, artinya sekolah, gereja, dan bisnis apa pun masih buka," tambahnya.

Negara-negara kepulauan Pasifik yang berjauhan telah menjadi salah satu wilayah yang dinilai berhasil dalam mencegah Covid-19 setelah menutup perbatasan mereka lebih awal sebagai tanggapan atas ancaman, meskipun biaya besar bagi ekonomi mereka bergantung pada pariwisata.

Vanuatu, Kepulauan Solomon, Kepulauan Marshall, Samoa, dan sekarang Mikronesia telah kehilangan status bebas Covid-19, meskipun sejauh ini tidak ada yang melaporkan penularan komunitas atau kasus infeksi lokal.

Sponsored

Negara kepulauan dan teritori Kiribati, Nauru, Palau, Tonga dan Tuvalu diyakini masih bebas dari pandemik Covid-19.

Pendekatan hati-hati yang diadopsi di kepulauan Pasifik dipicu oleh kekhawatiran bahwa mereka sangat rentan karena infrastruktur rumah sakit yang buruk dan tingginya tingkat kondisi kesehatan yang mendasari seperti obesitas dan penyakit jantung. (France 24)

Berita Lainnya