sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Muncul klaster baru di Sarawak Malaysia, lockdown diterapkan

Semua warga Malaysia yang memasuki Sarawak wajib jalani karantina mandiri.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 27 Jul 2020 11:07 WIB
Muncul klaster baru di Sarawak Malaysia, lockdown diterapkan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 135123
Dirawat 39290
Meninggal 6021
Sembuh 89618

Negara bagian Malaysia, Sarawak, akan menerapkan lockdown atau karantina wilayah dan mempertimbangkan untuk memberlakukan kembali pembatasan perjalanan setelah terjadi lonjakan infeksi Covid-19.

Dalam sebuah pertemuan yang dipimpin Kepala Menteri Negara Bagian Sarawak Johari Tun Openg pada Minggu (27/8), Komite Manajemen Bencana Negara menyatakan Kota Sentosa dan Kuching sebagai area dengan kasus infeksi aktif.

Bila kebijakan lockdown diambil, maka tidak ada yang diizinkan meninggalkan atau memasuki Kota Sentosa. Tidak jelas kapan kebijakan baru ini mulai berlaku.

Pada Minggu, otoritas di Sarawak melaporkan kasus baru dari klaster di Kota Sentosa, membuat jumlah kasus infeksi yang dikonfirmasi oleh negara bagian menjadi 650.

Kasus-kasus infeksi terbaru terdeteksi dari sebuah rumah sakit di Kota Sentosa yang kini telah menjadi hotspot baru. Ada 21 orang yang terjangkit Covid-19 di wilayah tersebut.

Komite Manajemen Bencana Sarawak mengatakan, mereka berencana untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan memberlakukan kembali pembatasan terhadap perjalanan antardistrik, mengurangi jumlah penerbangan, serta mempersingkat jam buka bagi bisnis.

"Kami akan mengumumkan strategi secara lebih rinci setelah strategi tersebut disesuaikan," bunyi pernyataan komite itu.

Komite manajemen bencana menuturkan bahwa distrik Kuching melaporkan 38 transmisi lokal dan 14 kasus impor dalam 14 hari terakhir, sementara Samarahan mencatat 11 infeksi lokal dan dua kasus impor.

Sponsored

Pihak berwenang Sarawak juga memutuskan bahwa semua warga Malaysia yang memasuki negara bagian tersebut wajib menjalani karantina mandiri di hotel-hotel yang difasilitasi pemerintah.

"Dalam hari kedua karantina, kita akan mengambil sampel mereka dan jika hasil tes PCR negatif, mereka boleh meninggalkan hotel. Kebijakan ini berlaku mulai 1 Agustus," jelas pernyataan mereka.

Malaysia melaporkan 13 kasus baru Covid-19 pada Minggu, membuat total infeksi di negara itu mencapai 8.897, termasuk 124 fatalitas dan 8.600 pasien yang dinyatakan sembuh.

Negeri Jiran telah memasuki fase kedua dari relaksasi kebijakan pembatasan pergerakan (Movement Order Control/MCO) pada Juni.

Sebagian besar bisnis diizinkan untuk beroperasi jika mereka mematuhi langkah-langkah kesehatan seperti melakukan pemeriksaan suhu dan menggunakan aplikasi pelacakan jejak infeksi. (The Straits Times)

Berita Lainnya