sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Negara-negara Eropa perketat pembatasan jelang Natal

Bioskop, bar, dan restoran di Prancis tetap akan ditutup sekalipun karantina sudah dicabut.

Cindy Victoria Dhirmanto
Cindy Victoria Dhirmanto Selasa, 15 Des 2020 21:31 WIB
Negara-negara Eropa perketat pembatasan jelang Natal
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Sejumlah negara Eropa memperketat pembatasan menjelang Natal menyusul lonjakan infeksi Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir. Belanda telah memasuki karantina wilayah (lockdown) selama lima minggu, di mana toko-toko nonesensial, teater, dan pusat kebugaran semuanya tutup.

Sementara itu, Jerman akan melakukan karantina mulai Rabu (16/12), setelah jumlah infeksi mencapai rekor tertinggi. Sedangkan Prancis telah mencabut karantina wilayah, tetapi langkah-langkah luas tetap diterapkan karena tingkat infeksi masih cukup tinggi.

Italia, Spanyol, Prancis, dan Inggris adalah beberapa negara di Eropa yang mencatat jumlah kasus tertinggi selama pandemi.

Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintah di seluruh "Benua Biru: telah bergumul dengan pertanyaan sulit tentang apakah akan melonggarkan pembatasan waktu untuk periode liburan. Namun, gelombang infeksi yang baru di sejumlah negara telah mendorong pemerintah menghentikan rencana pelonggaran tersebut.

Penguncian lima pekan di Belanda merupakan upaya paling ketat yang diumumkan sejak pandemi dimulai. Beberapa toko nonesensial, bioskop, salon, dan pusat kebugaran ditutup dan disusul sekolah pada Rabu (16/12) nanti.

Masyarakat juga telah diberitahu menahan diri untuk melakukan perjalanan yang tidak penting ke luar negeri hingga pertengahan Maret 2021. Namun, pembatasan akan sedikit dilonggarkan selama tiga hari selama Natal.

Sekolah dan toko nonesensial di Jerman juga akan tutup mulai Rabu. Restoran, bar, dan pusat rekreasi telah ditutup di sana sejak November. Kebijakan karantina terbaru ini akan berlangsung sejak 16 Desember 2020-10 Januari 2021, tetapi akan ada sedikit pelonggaran selama Natal ketika satu rumah dapat menampung maksimal empat
anggota keluarga dekat.

Sekalipun Prancis telah mencabut karantina nasional, tetapi pemerintah mengatakan tingkat infeksi belum cukup diturunkan untuk pelonggaran lebih lanjut. Ini berarti  bioskop serta bar dan restoran akan tetap tutup. Jam malam nasional pun akan diberlakukan dari pukul 20.00 hingga 06.00. Jam malam akan dicabut pada malam Natal, tetapi tidak pada malam tahun baru.

Sponsored

Sementara itu, jumlah korban tewas harian Italia masih mendekati 500 dan pemerintah sedang mempertimbangkan pengetatan lebih lanjut atas langkah-langkah selama Natal. Detail pastinya tidak jelas, tetapi karantina nantinya bisa terjadi antara malam Natal dan tahun baru.

Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte, menggambarkan potensi penguncian sebagai "tekanan baru".

Spanyol juga telah mengalami peningkatan infeksi. Pejabat tinggi kesehatan, Fernando Simón, memperingatkan situasi yang "rumit" jelang Natal. Karenanya, pemerintah menyetujui seperangkat aturan selama 23 Desember 2020-6 Januari 2021.

Perjalanan antardaerah akan diizinkan asalkan orang mengunjungi teman dan keluarga. Sedangkan pertemuan sosial akan dibatasi hingga 10 orang. (BBC)

Berita Lainnya