sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Negara yang sepakat mengakali sanksi AS atas Iran bertambah

Belgia, Denmark, Finlandia, Belanda, Norwegia, dan Swedia menyatakan bergabung dengan Instex yang digagas Prancis, Inggris, dan Jerman.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 02 Des 2019 17:12 WIB
Negara yang sepakat mengakali sanksi AS atas Iran bertambah

Prancis, Inggris, dan Jerman pada Sabtu (30/11) menyambut enam negara Eropa lainnya yang bergabung dengan mekanisme barter Instex, yang didesain untuk mengakali sanksi Amerika Serikat atas perdagangan dengan Iran. Caranya dengan menghindari penggunaan dolar.

"Sebagai pemegang saham pendiri Instrument in Support of Trade Exchanges (Instex), Prancis, Inggris dan Jerman menyambut hangat keputusan yang diambil oleh pemerintah Belgia, Denmark, Finlandia, Belanda, Norwegia, dan Swedia untuk bergabung sebagai sebagai pemegang saham," demikian pernyataan bersama tiga negara.

Instex yang berbasis di Paris berfungsi sebagai clearing house yang memungkinkan Iran untuk terus menjual minyak dan mengimpor produk atau layanan lain sebagai gantinya. Instex belum mengizinkan transaksi apa pun.

AS pada 2018 secara sepihak menarik diri dari Kesepakatan Nuklir 2015 (JCPOA) yang mengatur program nuklir Iran dan menerapkan kembali sanksi berat terhadap Teheran.

"Penambahan enam anggota baru semakin memperkuat Instex dan menunjukkan upaya Eropa untuk memfasilitas perdagangan yang sah antara Eropa dan Iran," sebut pernyataan bersama Prancis, Inggris, dan Jerman.

"Ini mewakili ekspresi yang jelas dari komitmen kami yang berkelanjutan atas JCPOA."

Ketiga negara itu bersikeras bahwa Iran harus kembali sepenuhnya mematuhi komitmennya di bawah JCPOA tanpa penundaan.

"Kami tetap berkomitmen penuh untuk mengejar upaya kami menuju resolusi diplomatik dalam kerangka kerja JCPOA," ujar pernyataan bersama tersebut.

Sponsored

JCPOA menetapkan ketentuan di mana Iran akan membatasi program nuklirnya untuk penggunaan sipil. Dan sebagai imbalannya, sanksi terhadap mereka dicabut.

Sejak penarikan diri AS, Iran telah mengurangi empat komitmennya di bawah JCPOA. Yang terbaru adalah pada 4 November, ketika para insinyurnya mulai memasukkan gas uranium ke sentrifugal di Fordow. (The Guardian)