sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Otoritas Hong Kong izinkan demo besar akhir pekan

Unjuk rasa besar akan digelar pada Minggu (8/12) untuk memperingati Hari HAM.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 06 Des 2019 10:42 WIB
Otoritas Hong Kong izinkan demo besar akhir pekan

Front Hak Asasi Manusia Sipil (CHRF) pada Kamis (5/12) menyatakan bahwa otoritas Hong Kong memberi mereka izin untuk menggelar demonstrasi akhir pekan. Mereka menyebut unjuk rasa pada Minggu (8/12) akan dilakukan untuk memperingati Hari HAM.

CHRF merupakan kelompok yang mengorganisasi pawai-pawai antipemerintah besar di kota itu sejak Juni.

Selama enam bulan terakhir di mana demonstrasi anti-Beijing semakin diwarnai kekerasan, pihak berwenang kerap menolak permintaan sejumlah kelompok aktivis untuk mengadakan unjuk rasa.

Ketenangan telah meyelimuti Hong Kong sejak pemilu dewan distrik pada 24 November, di mana para kandidat prodemokrasi memenangkan hampir 90% kursi.

Sebuah mosi tidak percaya untuk menyingkirkan Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam gagal lolos di Dewan Legislatif pada Kamis. Pasalnya, mosi itu ditolak oleh anggota parlemen pro-Beijing. Sebanyak 36 anggota parlemen memberikan suara menentang mosi pemakzulan itu, sementara 26 anggota lain mendukungnya.

Walaupun mendukung Lam, pemimpin partai pro-Tiongkok terbesar di kota itu juga mengkritik pemerintahannya. Dia menyebut, Lam gagal mencegah kekerasan yang dilakukan oleh para perusuh.

Dugaan kekerasan oleh polisi

Secara terpisah, Tsang Chi-kin, pengunjuk rasa yang ditembak polisi dalam bentrokan pada September, muncul di pengadilan. Dia menghadapi tuduhan terlibat kerusuhan dan penyerangan terhadap otoritas keamanan.

Sponsored

Setelah menjalani persidangan selama satu jam, pengadilan memutuskan untuk menunda kasusnya hingga Februari 2020.

Seorang polisi menembak dada Tsang dengan amunisi tajam. Pihak kepolisian mengklaim petugasnya melakukan hal itu sebagai tindakan membela diri karena berada di bawah ancaman serius.

Polisi mengatakan, mereka telah menahan diri dalam menghadapi kekerasan yang meningkat. Namun, di sisi lain, demonstran menuduh mereka menggunakan kekuatan yang berlebihan dalam menangani demonstrasi.

Demonstran telah berulang kali menyerukan penyelidikan independen terhadap polisi atas tuduhan menggunakan kekuatan berlebihan. Seruan yang sama juga didesak oleh Komisaris Tinggi PBB untuk HAM (UNHRC).

Sebuah unjuk rasa dijadwalkan akan digelar pada Jumat (6/12) malam untuk memprotes penggunaan gas air mata oleh polisi.

Komisaris Polisi Hong Kong Chris Tang akan mengunjungi Beijing pada Jumat untuk membahas situasi keamanan. Ini akan menjadi kunjungan pertama sejak dia menjabat pada November.

Menurut pernyataan pemerintah Hong Kong, Tang akan melakukan kunjungan kehormatan ke China. Dia akan bertemu dengan pejabat Kementerian Keamanan Publik untuk membahas kondisi keamanan Hong Kong.

Polisi menyatakan bahwa Tang akan kembali ke Hong Kong pada Minggu pagi, tepat beberapa jam sebelum pawai besar dimulai.

Tang meminta seluruh warga Hong Kong untuk mengakhiri kerusuhan yang telah menjerumuskan kota itu ke dalam krisis politik terbesar dalam beberapa dekade terakhir. 

Protes antipemerintah dipicu oleh RUU ekstradisi yang telah secara resmi ditarik oleh pemerintah. Unjuk rasa mendorong seruan yang lebih luas untuk kebebasan demokrasi. Kekerasan di Hong Kong dianggap sebagai tantangan terbesar bagi Presiden China Xi Jinping sejak dia berkuasa pada 2012.

Sumber : Reuters

Berita Lainnya