sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pakar epidemiologi: Covid-19 ganggu pilpres AS

Covid-19 telah menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan "kehancuran" Trump menjelang Pilpres AS 2020.

Valerie Dante
Valerie Dante Sabtu, 07 Nov 2020 15:30 WIB
Pakar epidemiologi: Covid-19 ganggu pilpres AS
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 506.302
Dirawat 64.878
Meninggal 16.111
Sembuh 425.313

Pakar epidemiologi dari University Of North Carollina Chapel Hill Juhaeri Muchtar menilai, pandemik Covid-19 telah mengganggu dan merumitkan proses Pilpres Amerika Serikat 2020.

"Faktor ini tidak bisa dipungkiri karena orang-orang tidak boleh bergerombol pada saat memilih," tutur Juhaeri dalam diskusi virtual 'For Biden, For Trump?'.

Akibat tidak boleh bergerombol, pemilih AS mau tidak mau harus diperbolehkan memilih lewat pos (mail-in-ballots). Aturan terkait opsi ini tergantung pada masing-masing negara bagian.

Selain melalui pos, Juhaeri menjelaskan, ada pula beberapa negara bagian yang membiarkan warganya datang ke tempat pemungutan suara untuk memilih sebelum hari-H. Opsi ini biasa disebut early vote.

Kemudian, ada juga warga yang baru memilih tepat pada hari pemilu berlangsung.

"Yang jadi masalah, terjadi semacam pertarungan politik untuk memastikan apakah vote yang lewat pos itu bisa dihitung duluan," lanjut Juhaeri.

Juhaeri menyebut, Donald Trump menentang seruan itu karena dia tahu betul mayoritas pendukungnya tidak menggunakan jalur mail-in-ballots.

"Trump tahu persis karena dia dan pendukungnya kan tidak percaya keseriusan ancaman Covid-19, jadi pasti kebanyakan memilih untuk memberikan suara pada hari-H dengan datang ke tempat pemilihan umum," sebutnya.

Sponsored

Juhaeri menilai bahwa krisis kesehatan akibat Covid-19 telah menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan "kehancuran" Trump menjelang Pilpres AS 2020.

"Sebelum pandemik ekonomi AS terbilang aman, tetapi begitu Covid-19 masuk, langsung ambruk," ujar dia.

Selain itu, pandemik juga dijadikan alasan kubu Demokrat melengserkan Trump. Mereka mengatakan bahwa di bawah kepemimpinan Trump, lebih dari 230.000 warga AS tewas akibat Covid-19.

Juhaeri menyatakan optimistis pesaing Trump, Joe Biden, dapat menangani Covid-19 secara lebih bertanggung jawab dan efektif.

"Apakah naiknya Biden akan mempercepat vaksin atau memperbaiki sistem kontrol Covid-19 milik AS? Saya pikir iya, tetapi saya sendiri belum dapat memprediksi secepat apa dia akan melakukannya," lanjut Juhaeri.

Berita Lainnya