sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pakar: Inggris butuh social distancing hingga akhir tahun

Kecil kemungkinan vaksin atau perawatan untuk mengobati coronavirus jenis baru akan tersedia tahun ini.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 23 Apr 2020 17:21 WIB
Pakar: Inggris butuh social distancing hingga akhir tahun
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 543.975
Dirawat 71.420
Meninggal 17.081
Sembuh 454.879

Penasihat kesehatan pemerintah Inggris, Chris Whitty, pada Rabu (22/4) mengatakan bahwa social distancing di negara tersebut dibutuhkan hingga setidaknya akhir tahun demi mengekang penyebaran coronavirus jenis baru.

Whitty menjelaskan, penting untuk menjadi realistis dan melihat kenyataan bahwa social distancing perlu diterapkan untuk periode waktu cukup lama.

Dia menilai, hanya ada kemungkinan kecil vaksin atau perawatan untuk mengobati coronavirus jenis baru akan tersedia tahun ini. Untuk itu, social distancing tetap diperlukan untuk menekan jumlah transmisi virus.

Penilaian Whitty menghancurkan harapan bahwa sebagian besar pembatasan sosial di bawah lockdown atau karantina wilayah akan dilonggarkan dalam waktu beberapa minggu mendatang.

"Kita harus sangat realistis," kata dia dalam pengarahan media harian. "Jika orang berharap keadaan akan segera kembali normal, itu adalah harapan yang sepenuhnya tidak realistis."

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Matt Hancock memicu harapan lockdown akan segera berakhir dengan mengatakan kepada parlemen bahwa Inggris sedang melewati masa puncak Covid-19. Dia menekankan bahwa formula test, trace, and isolate menjadi kunci untuk keluar dari lockdown dan menekan infeksi baru.

"Kami akan meningkatkan kapasitas pengujian dan pelacakan kontak," kata dia.

Namun, Inggris masih sangat jauh dari target Hancock yaitu 100.000 tes per harinya. Data Kementerian Kesehatan Inggris memperlihatkan bahwa pada Selasa (21/4), hanya 18.206 tes Covid-19 yang dilakukan.

Sponsored

Menteri Luar Negeri Dominic Raab, yang untuk sementara waktu mewakili Perdana Menteri Boris Johnson, menyampaikan pernyataan yang lebih berhati-hati daripada Hancock. Dalam pengarahan yang sama dengan Whitty, Raab mengatakan Inggris sedang melalui puncak virus tetapi belum dapat melihat garis akhir.

Lebih lanjut, Whitty menuturkan bahwa relaksasi lockdown hanya berpotensi membuat kasus infeksi dan kematian melonjak.

"Dalam jangka panjang, jalan keluar dari krisis kesehatan ini idealnya ada dua," jelas dia. "Pertama adalah vaksin dan kedua adalah perawatan efektif yang dapat menyelamatkan pasien kritis serta mencegah penularan."

Anggota parlemen dari Partai Konservatif semakin khawatir tentang dampak lockdown terhadap bisnis dan ekonomi nasional. Mereka ingin pemerintah melonggarkan lockdown sesegera mungkin pada awal Mei.

Sejauh ini, Inggris mencatat lebih dari 133.000 kasus positif Covid-19, termasuk 18.100 kasus kematian dan 691 pasien yang sembuh. (The Guardian dan BBC)

Berita Lainnya