sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pakar kesehatan AS lega tak lagi bekerja di bawah Trump

Trump sempat berencana memecat Fauci sebagai Direktur NIAID saat menjabat presiden.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 22 Jan 2021 19:16 WIB
Pakar kesehatan AS lega tak lagi bekerja di bawah Trump
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.322.866
Dirawat 158.408
Meninggal 35.786
Sembuh 1.128.672

Pakar penyakit menular terkemuka di Amerika Serikat (AS), Anthony Fauci, berbicara mengenai perasaan bebas yang dirasakannya setelah tidak lagi bekerja di bawah Donald Trump.

Dalam pengarahan media, Fauci merasa lega karena dapat berbicara fakta ilmiah tentang Covid-19 tanpa takut akan kritik Trump.

Fauci, yang juga menjabat sebagai Direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID), mengalami hubungan yang rumit dengan mantan presiden.

Menjelang masa akhir kepresidenannya, Trump semakin sering tidak menyertakan opini Fauci dalam pengarahan publik.

Namun, pria berusia 80 tahun itu kembali ke podium Gedung Putih pada Kamis setelah Joe Biden merilis strategi nasional Covid-19 dan menandatangani 10 perintah eksekutif untuk memerangi pandemi, yang telah merenggut lebih dari 400.000 nyawa di AS.

"Salah satu hal yang akan kami lakukan adalah menjadi sepenuhnya transparan, terbuka, dan jujur," kata Fauci kepada wartawan, Kamis (21/1). "Jika ada yang salah, jangan menunjuk jari, tapi untuk memperbaikinya. Dan untuk membuat semua yang kami lakukan berdasarkan sains dan bukti."

Ketika ditanya apakah ingin mengubah atau mengklarifikasi apa pun yang dikatakannya selama kepresidenan Trump, Fauci bersikeras selalu jujur dan terbuka kepada publik.

"Itu sebabnya saya terkadang mendapat teguran dari Presiden Trump," ungkapnya.

Sponsored

Fauci dan penasihat kesehatan lainnya dipaksa mengambil langkah yang rumit ketika Trump menggunakan pengarahan Gugus Tugas Covid-19 untuk meremehkan dampak pandemi.

Kejujuran Fauci tidak luput dari perhatian. Selama masa kampanye pilpres pada Oktober 2020, Trump dilaporkan mengatakan kepada staf kampanyenya, bahwa Fauci adalah "bencana".

"Jika saya mendengarkan dia, kita akan memiliki 500.000 fatalitas di AS," tutur Trump saat itu.

Dalam sebuah rapat umum di awal November 2020, saat kerumunan pendukungnya meneriakkan, "Pecat Fauci! Api Fauci!", Trump menanggapinya dengan menyatakan akan mengambil langkah itu.

Dalam pengarahan media pada Kamis, Fauci ditanya bagaimana rasanya tidak lagi memiliki Trump yang membayanginya.

"Jelas saya tidak ingin kembali ke masa lalu, tetapi sangat jelas bahwa banyak hal-hal yang dikatakan (Trump) benar-benar tidak nyaman karena mereka tidak didasarkan pada fakta ilmiah," ungkapnya. "Kini, saya bisa berdiri di podium ini berbicara tentang apa yang kami ketahui, buktinya, dan fakta terkait sains adalah perasaan yang membebaskan."

Lebih lanjut, Fauci mengatakan, berdasarkan rata-rata tujuh hari, kasus infeksi Covid-19 mungkin tidak akan berubah di AS. Dirinya juga memperingatkan selalu ada kelambanan dalam pelaporan data.

"Salah satu hal baru tentang pemerintahan baru ini adalah jika kita tidak tahu jawabannya, jangan asal menebak," katanya. (The Guardian)

Berita Lainnya